RI-Mozambik Bidik Kerja Sama Ekonomi Kreatif di WCCE 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia dan Mozambik menjajaki kerja sama pengembangan industri kreatif dan pelestarian warisan budaya. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas peluang ekonomi dari subsektor kriya, tekstil, film, dan fesyen.
Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar dengan Wakil Menteri Seni dan Kebudayaan Mozambik, Matilde Martins Muocha Makara. Pertemuan berlangsung di sela-sela The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Irene mengatakan, Indonesia ingin memperkuat nilai ekonomi dari kekayaan budaya melalui kerja sama lintas negara. “Kami berbeda dari Kementerian Kebudayaan. Jika fokus mereka adalah pada preservasi budaya, bagi kami, budaya itu adalah penggerak ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Menurut Irene, peluang kolaborasi mencakup pertukaran pengetahuan pengelolaan warisan budaya hingga pameran seni bersama. Kedua negara juga menjajaki kerangka kerja sama teknis untuk meningkatkan kapasitas pelaku seni, pengrajin, dan pengelola museum.
Salah satu potensi kerja sama muncul dari subsektor tekstil. Mozambik tertarik mempelajari teknik batik Indonesia untuk memproduksi kain tradisional Kapulana secara lokal, sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan membuka peluang pasar bagi pelaku industri tekstil Indonesia.
Pemerintah Mozambik mengapresiasi pengalaman Indonesia dalam mengintegrasikan pengelolaan budaya dan ekonomi kreatif. Matilde menyatakan pihaknya ingin mendorong kerja sama menuju tahap yang lebih konkret.
“Saya senang mengetahui adanya peluang besar untuk bekerja sama. Kami berkomitmen melangkah ke tahap yang lebih konkret untuk mengoperasikankan dan menggali potensi ekosistem ekonomi kreatif secara lebih mendalam,” ujar Matilde.
Irene menilai penguatan ekonomi berbasis budaya dapat menjaga warisan sejarah sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat daerah. “Penguatan ekonomi berbasis kebudayaan ini akan memastikan bahwa warisan sejarah dan ingatan kolektif bangsa tidak hanya terjaga dengan baik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif di daerah,” tambahnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Mozambik, Kartika Candra Negara menyambut penjajakan kerja sama tersebut. Kolaborasi di bidang kriya tekstil, film, dan fesyen diharapkan memperkuat ekosistem kreatif serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Kerja sama Indonesia-Mozambik ini menjadi bagian dari upaya memperluas diplomasi ekonomi kreatif di tingkat global. Kedua negara menjajaki kemitraan jangka panjang yang juga mencakup seni rupa dan seni pertunjukan.
