WCCE 2026 Jadi Panggung Indonesia Gaet Investasi Industri Kreatif Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menyiapkan World Conference on Creative Economy 2026 (WCCE 2026) sebagai panggung untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kreatif global sekaligus menarik investasi internasional ke sektor ekonomi kreatif. Forum yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo itu ditargetkan melibatkan sekitar 80 negara.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan, WCCE bukan sekadar forum diskusi internasional. Ajang ini sekaligus menjadi platform menyusun agenda internasional.
“Fokusnya adalah memastikan ekonomi kreatif masuk dalam prioritas global dengan output yang terukur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).
Pemerintah juga menyiapkan dokumen Jakarta Vision for Creative Economy sebagai fondasi penguatan kebijakan ekonomi kreatif di tingkat global. Dokumen tersebut ditargetkan menjadi dasar pengajuan resolusi lanjutan di Sidang Majelis Umum PBB.
“Dokumen Jakarta Vision akan dirumuskan bersama negara peserta dan ditujukan untuk menjadi resolusi berikutnya di PBB, sehingga ekonomi kreatif memiliki pijakan kebijakan yang lebih kuat secara global,” kata Menekraf. Langkah ini sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di tengah persaingan ekonomi digital global.
Sekadar informasi, kinerja sektor ekonomi kreatif nasional menjadi modal utama Indonesia dalam mendorong agenda tersebut. Pada 2024, kontribusi ekonomi kreatif tercatat mencapai Rp 1.611,15 triliun atau setara 7,28% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Baca Juga
Wamenekraf Ungkap Seni Rupa Bisa Jadi Mesin Ekonomi dan Investasi
Sementara pada 2025, sektor ini membukukan ekspor sebesar US$ 31,94 miliar dan investasi Rp 183,01 triliun. Industri kreatif juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja di berbagai subsektor.
Di sisi lain, WCCE 2026 turut menghadirkan skema business matching dan pertemuan bilateral lintas negara untuk mempercepat realisasi kerja sama bisnis. Plt Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari mengatakan, forum tersebut membuka ruang implementasi kerja sama secara langsung antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Melalui skema pertemuan antarpemerintah dan pelaku usaha, WCCE membuka ruang implementasi kerja sama yang dapat ditindaklanjuti secara langsung,” ujarnya.
Pemerintah pun berharap forum ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional sekaligus memperluas akses pasar global bagi pelaku industri kreatif Indonesia.

