Indosat (ISAT) Kebut 5G Jabodetabek, Cakupan Sudah Capai 85%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) terus memperluas jaringan 5G di Jabodetabek dengan cakupan yang kini mencapai 80-85%. Perusahaan menyiapkan penambahan infrastruktur secara bertahap untuk mengejar cakupan 100% di kawasan tersebut.
Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia mengatakan, jaringan 5G Indosat dan Tri didukung sekitar 6.800 BTS di Jabodetabek. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan, terutama dari sisi kecepatan dan stabilitas jaringan.
"Sekarang juga kita seluruh Jabotabek ada 6.800 5G, yang sekarang totally itu spektrumnya itu sudah dinaikkan. Speed-nya sekarang up to 400 Mbps," kata Swandi saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, perluasan jaringan juga menyasar kebutuhan pelanggan Tri yang banyak menggunakan layanan untuk bermain gim. Teknologi 5G diketahui menawarkan kecepatan, latensi rendah, dan stabilitas yang menjadi pertimbangan bagi para pemain gim.
Baca Juga
Bidik 50 Bisnis, Indosat (ISAT) dan F5 Luncurkan Platform AI
Meski cakupan jaringan belum sepenuhnya merata, Indosat menargetkan pengembangan infrastruktur berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. "Nanti dari 2027, 2028, itu punya stages yang terus akan kita tambah. Nah, secara overall nanti seluruh Jabotabek itu akan 100% semuanya 5G," jelas Swandi.
Selain penguatan jaringan, Indosat juga mengandalkan program apresiasi untuk menjaga loyalitas pelanggan Tri. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik pelanggan baru, tetapi juga mempertahankan pengguna lama.
Swandi mengatakan pelanggan bisa memperoleh tiket undian melalui pembelian kartu perdana atau isi ulang, sementara pengguna lama dapat menukarkan poin yang dimiliki. “Jadi makanya program ini kan bukan hanya kepada akuisisi, tetapi juga kepada retensi juga,” ujarnya.
Dari sisi bisnis, Swandi menyebut rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) mengalami kenaikan. Namun, dia belum merinci besaran kenaikan tersebut dan mengatakan masih perlu melihat data lebih lanjut.
