Perpamsi: Indonesia Butuh Rp300 Triliun untuk Capai 100% Cakupan Air Minum
JAKARTA, Investortrust.id - Sesuai target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mencapai 100% cakupan air minum dan sanitasi, Indonesia membutuhkan anggaran sebesar Rp300 triliun.
"Target untuk mewujudkan RPJMN 100% itu membutuhkan anggaran setidaknya Rp300 triliun. Artinya, setiap tahun akan megalokasikan Rp50 triliun setiap tahunnya," ungkap Ketua Umum Perpamsi, Lalu Ahmad Zaini di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (1/2/2024).
Ketum Perpamsi juga menerangkan kondisi cakupan air minum dan sanitasi Indonesia saat ini."Beberapa kondisi pelayanan air minum yang ada pada saat ini, cakupan air minum kita baru mencapai 19,47% atau 15,9 juta sambungan rumah (SR) dan 10,16% cakupan sanitasi atau 7 juta SR," ujarnya.
Dia juga mengusulkan kepada pemerintah untuk mengalokasikan 3% dari APBN untuk pelayanan air bersih. Pasalnya sebagian besar dari perusahaan air minum di daerah (PDAM) masih belum mencapai Full Cost Recovery. Full Cost Recovery atau Pemulihan Biaya Penuh merupakan tarif air minum yang ditetapkan PDAM untuk mendukung biaya operasional.
"Masih ada 63% PDAM di seluruh Indonesia belum mencapai FCR atau full cost recovery. Baru 37% perusahaan air minum daerah yang sudah mencapai FCR,” imbuhnya.
“Belum lagi kita dihadapkan dengan tingkat kehilangan air yang masih tinggi yang rata-rata nasionalnya 32,6%. Kami mengusulkan sekitar 2-3% (APBN) untuk pelayanan air bersih," tutup Zaini.
Sekadar informasi, FCR diatur pada Permendagri (Peraturan Kementerian Dalam Negeri) No. 21 Tahun 2020 Pasal 5 ayat 1 dan 2 mengenai Pemulihan Biaya Secara Penuh, yang menyatakan bahwa Pemulihan Biaya Penuh ditujukan untuk menutup kebutuhan operasional; dan Pemulihan Biaya Penuh ditetapkan berdasarkan perhitungan tarif rata-rata sama dengan Biaya Dasar.

