Sumur GNK-115 Punya Potensi Minyak 2.423 Barel per Hari, Pertamina Andalkan 'Batch Drilling'
Poin Penting
|
PRABUMULIH, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bagian dari Subholding Upstream Pertamina, mencatat potensi produksi minyak sebesar 2.423,29 barel per hari (bph) dari Sumur GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, Prabumulih, Sumatra Selatan. Capaian tersebut diperoleh melalui penerapan teknik batch drilling yang memungkinkan pengeboran beberapa sumur berdekatan dilakukan secara bertahap tanpa bongkar pasang rig.
Potensi produksi itu terungkap dalam pengujian aliran awal (initial flow test) dengan metode natural open flow. Selain minyak, sumur yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field tersebut menunjukkan potensi produksi gas sebesar 1,95 juta kaki kubik standar per hari atau MMSCFD.
General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Heru Irianto mengatakan, inovasi dalam kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung ketahanan energi nasional. Menurutnya, hasil pengembangan GNK-115 menjadi dorongan untuk terus mencari metode operasi yang andal dan berkelanjutan.
Baca Juga
Awal Tahun Positif, Produksi Migas Pertamina EP Sangasanga Tembus 104,02% Target
"Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan," ucap Heru dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Pengembangan GNK-115 juga mencatat 57.288 jam kerja selamat atau safe man hours sejak pengeboran dimulai. Selama operasi berlangsung, perusahaan mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (health, safety, security, and environment/HSSE), serta keunggulan operasional (operational excellence).
GNK-115 menjadi sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang menggunakan teknik batch drilling. Sebelumnya, pada akhir September 2026, PHR Zona 4 telah mengembangkan Sumur GNK-114 dengan menggabungkan metode tersebut dan teknik dual completion, yaitu penyelesaian sumur yang memungkinkan produksi dari 2 zona reservoir melalui satu sumur.
Penerapan batch drilling memungkinkan pekerjaan pengeboran beberapa sumur yang lokasinya berdekatan dilakukan secara berurutan tanpa harus membongkar dan memasang kembali rig pada setiap sumur. Pendekatan ini berpotensi mengurangi waktu perpindahan peralatan dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan pengeboran.
Setelah GNK-114 dan GNK-115, PHR Zona 4 berencana melanjutkan pengeboran menggunakan metode yang sama pada sumur-sumur lain di Struktur Gunung Kemala. Rencana tersebut mencakup GNK-PD68 dan GNK-PD79, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi migas di wilayah kerja Prabumulih Field.
Baca Juga
Naik Level dengan 3 Standar ISO, PHR Buktikan Operasional Migas Bisa Makin Aman
Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4 Reza Nur Ardianto mengatakan, perusahaan akan memanfaatkan capaian tersebut untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan migas yang telah lama beroperasi atau mature field.
"Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi," ucap Reza.
