Rig Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur Salawati, Tambah Produksi 623 Barel Per Hari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menunjukkan kinerja operasional andal melalui keberhasilan Rig PDSI#11.2/N80B-M dalam mendukung pengeboran sumur pengembangan Salawati (SLW)-F002 milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Region 4 Zona 14 di wilayah kerja Salawati, Papua Barat Daya.
Sumur yang dibor secara directional J-type tersebut berhasil mencapai target kedalaman 2.093 meter measured depth (mMD) dan seluruh rangkaian pengeboran hingga uji produksi diselesaikan dalam waktu 54 hari dengan catatan keselamatan kerja yang baik.
Baca Juga
PHR dan PDSI Cetak Talenta Migas Riau Lewat Program Vokasi Baru
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pekerja dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek pengeboran.
Menurutnya, Rig PDSI#11.2 mampu menunjukkan performa operasional optimal, baik dari sisi efisiensi waktu, keandalan peralatan, maupun penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi selama operasi berlangsung.
“Kinerja Rig PDSI#11.2 yang mampu menyelesaikan operasi sesuai target dengan standar HSSE (health, safety, security, and environment) yang baik menunjukkan kesiapan kami untuk terus mendukung peningkatan produksi migas nasional serta mewujudkan operational excellence di setiap wilayah operasi,” ujar Avep dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga
Pertamina Drilling Cetak Laba Tertinggi 10 Tahun, Tembus US$ 29,61 Juta
Hasil uji produksi awal yang dilakukan pada 11 Juni 2026 menunjukkan sumur SLW-F002 mampu menghasilkan 623 barel minyak per hari (BOPD) dari lapisan reservoir Kais menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).
Capaian ini menjadi tambahan produksi yang positif bagi industri hulu migas nasional sekaligus menegaskan peran penting rig nasional dalam mendukung target produksi energi Indonesia.
