Pertamina Drilling Temukan Sumur Minyak Baru di Sumsel, Produksi Tembus 3.176 BOPD
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), perusahaan jasa pengeboran migas milik Pertamina, mencatat keberhasilan pengeboran sumur infill TLJ-A38 di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, Prabumulih Field, Sumatra Selatan. Keberhasilan tersebut ditandai dengan ditemukannya fluida minyak dan gas bumi yang menghasilkan laju produksi tinggi, sekaligus memperkuat upaya peningkatan produksi migas nasional dari lapangan yang telah beroperasi.
Hasil uji produksi yang dilakukan pada Selasa (27/5/2026) menunjukkan sumur TLJ-A38 mampu mencatatkan net natural open flow (NNOF) sebesar 3.176,8 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,6 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sumur tersebut juga memiliki kualitas produksi yang sangat baik dengan kandungan air hanya 0,1%.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti kompetensi sumber daya manusia serta efektivitas kolaborasi seluruh tim pengeboran dalam menjalankan operasi yang kompleks.
“Keberhasilan sumur TLJ-A38 menunjukkan bahwa kompetensi engineer dan kru pengeboran Pertamina Drilling mampu menjawab tantangan operasi secara cepat, tepat, dan penuh keyakinan. Kepemimpinan di lapangan serta kemampuan mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional,” ujar Avep dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Pengeboran dilakukan menggunakan Rig PDSI#05.2/OW760-M yang beroperasi di bawah pengelolaan Pertamina Drilling. Sumur TLJ-A38 dibor lebih dalam dibandingkan sumur referensi sebelumnya, TLJ-258, dengan target reservoir lapisan TAF-C dan penyelesaian sumur pada kedalaman 1.544 hingga 1.546,5 meter measured depth (mMD).
Baca Juga
Pertamina Drilling Gandeng Schlumberger Perkuat Jasa Pengeboran Migas
Secara geografis, lokasi sumur berada di antara Struktur Talang Jimar Tengah dan Struktur Prabumulih Barat. Penentuan titik pengeboran dilakukan berdasarkan inovasi rejuvenasi data melalui reprosesing seismik 3D Talang Jimar yang memberikan gambaran lebih akurat mengenai keberadaan dan potensi reservoir hidrokarbon.
Menurut Avep, pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis perusahaan, tetapi juga menunjukkan penerapan budaya kerja yang mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan komitmen terhadap keselamatan kerja.
Selama proses pengeboran sumur TLJ-A38, Rig PDSI#05.2/OW760-M membukukan 35 hari operasi dengan melibatkan 126 personel kru dan tim pendukung. Dalam periode tersebut, rig mencatatkan 51.036 jam kerja aman atau safe manhours tanpa insiden apa pun.
Selain itu, proyek pengeboran berhasil diselesaikan dengan capaian Zero NPT atau tanpa non-productive time, yakni kondisi ketika tidak terdapat waktu operasi yang hilang akibat gangguan teknis maupun operasional.
Keberhasilan proyek juga ditandai dengan pencapaian zero fatality atau tidak adanya korban jiwa selama pelaksanaan pekerjaan. Indikator ini menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan operasional di industri pengeboran migas yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Baca Juga
PHR dan PDSI Cetak Talenta Migas Riau Lewat Program Vokasi Baru
VP Rig Services Operation Pertamina Drilling Komedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh kru Rig PDSI#05.2/OW760-M dan tim operasi yang terlibat dalam pengeboran hingga tahap uji produksi.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan yang tetap menjaga standar keselamatan, operational excellence, dan disiplin tinggi selama proses pengeboran hingga uji produksi. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa rig dan mendukung target produksi nasional,” ujar Komedi.

