Kementerian ESDM dan PKP Sinergikan Pembangunan Perumahan Berbasis Jargas dan PLTS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengnyinergikan program pembangunan perumahan yang memanfaatkan jaringan gas bumi (jargas) dan listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Konsep tersebut rencananya diterapkan di sejumlah kawasan perumahan yang akan dikembangkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian PKP. Pembahasan konsep ini telah dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara.
“Pertemuannya berakhir dengan baik, produktif, dan paten, Pak Menteri Ara top,” ujar Bahlil di Plaza Kementerian ESDM, Jumat (9/10/2026).
Menanggapi hal itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan Bahlil. Ia mengatakan, pengembangan perumahan berbasis infrastruktur energi tersebut berpeluang diterapkan di sejumlah kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Ara menyinggung potensi pengembangan perumahan dimaksud, pada kawasan industri di Maluku Utara yang memiliki aktivitas investasi besar. Pasalnya, investasi proyek Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) ini mencapai US$ 20 miliar. Investasi yang sudah dicatatkan sejak Bahlil masih menjadi Menteri Investasi atau BKPM.
“US$ 20 miliar sudah jalan, Pak Menko (Bahlil) ya, US$ 7 miliar itu juga akan berproses,” ungkap Ara.
Ia menjelaskan, besarnya aktivitas investasi di kawasan tersebut turut membuka peluang penyerapan tenaga kerja. Karena itu, penyediaan hunian bagi para pekerja dianggap perlu dipersiapkan secara terencana, melalui kolaborasi pemerintah dan investor.
Menurut Ara, gagasan pengembangan perumahan yang terintegrasi dengan kebutuhan kawasan industri, dapat menjadi lompatan dalam percepatan penyediaan hunian. Perencanaan sejak tahap awal dinilai penting agar pembangunan rumah dapat disesuaikan dengan kebutuhan kawasan dan para pekerja.
Baca Juga
PLTS 100 GWp Buka Investasi Rp 1.140 Triliun dan Serap 5,52 Juta Pekerja
“Terus terang ini ide luar biasa dari Pak Menko, jadi bagaimana juga itu akan ada suatu lompatan-lompatan yang besar dalam penyiapan rumah, nanti juga bekerja sama dengan para investor, sehingga bisa didesain dari awal dengan baik,” sambungnya.
Selain Maluku Utara sebagai salah satu kawasan yang berpotensi jadi proyek percontohan, Ara menilai pengembangan serupa juga dapat dikaji di pusat-pusat industri lain, seperti Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi.
Ara turut menyampaikan adanya rencana pengembangan di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi dengan dukungan hibah lahan seluas 30 hektare dari Lippo.
“Selain di Kabupaten Bekasi, ada yang kami lakukan di Meikarta, jadi hibah Lippo 30 hektare,” imbuhnya.
Dia merinci, pembiayaan dan pelaksanaan pembangunan akan mengikuti arahan Presiden, dengan melibatkan Danantara. Namun rencana ini masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk penyusunan regulasi dan penentuan lokasi percontohan.
“Jadi kita memerlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan-percepatan soal perumahan ini,” pungkasnya.
