ESDM Tegaskan Pembangunan Jargas Harus Tepat Mutu, Waktu, dan Biaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan pre-award meeting (PAM) pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga APBN tahun anggaran 2025-2026 bersama para PPK dan penyedia pemenang lelang proyek pekerjaan jargas.
Kegiatan ini dilakukan sebagai titik awal komitmen pemerintah memastikan proyek jargas dibangun tepat mutu, waktu, biaya serta sesuai dengan kaidah health, safety, security, environment (HSSE).
Plt Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono memaparkan, PAM pembangunan jargas untuk rumah tangga ini agenda penting yang harus dilakukan sebelum dimulainya tahap kontraktual serta konstruksi di lapangan.
Baca Juga
Defisit Migas Rp 332 Triliun, Pertamina Genjot DME dan Jargas untuk Kurangi Impor LPG
“Tahap pre-award meeting ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah titik awal komitmen para pihak untuk memastikan bahwa proyek jargas dibangun tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya, memenuhi kaidah HSSE, melaksanakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai ketentuan, serta dijalankan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” jelas Agung, dikutip Jumat (14/11/2025).
Dia menegaskan, program jargas yang masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) bertujuan menghadirkan energi yang lebih terjangkau, bersih, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan terhadap LPG sekaligus menekan beban subsidi negara.
Agung menambahkan bahwa baru pertama kali di tahun 2025-2026 ini proyek Jargas dieksekusi dengan multi-years kontrak, mengingat sebelumnya belum pernah ada.
“Nah ini kita running dengan multi-
Proyek jargas 2025-2026 ini akan menambah capaian jargas nasional yang sebelumnya telah mencapai 703.308 sambungan rumah (SR) dari 2009-2022. Target 115.264 SR kali ini terbagi menjadi lima paket yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Baca Juga
Dari Jargas hingga BBG, Ini Strategi Cerdas PGN (PGAS) Tekan Emisi Karbon
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Pelaksanaan Pembangunan Erikson Alfredo Simanjuntak memaparkan dikarenakan sisa waktunya untuk 2025 ini sangat singkat, yakni hanya sekitar dua bulan kurang, sehingga perlu strategi yang sangat baik dan harus tepat,
“Enggak bisa meleset sedikit pun ini. Makanya terkait jadwal kita coba kejar setelah nanti PAM ini, besok langsung membahas rancangan kontrak, sehingga karena ngejar waktu kita bisa berharap minggu depan sudah langsung tanda tangan kontrak untuk pekerjaan ini,” jelas Erikson.

