Investasi Terus Mengalir ke Batam, Tembus Rp40 Triliun
Poin Penting
|
BATAM, investortrust.id – Investasi langsung (direct investment) terus mengalir ke Batam. Realisasi investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), me ncapai Rp40 triliun pada semester I-2026. Hal itu menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi dan kepercayaan dunia usaha terhadap daerah tersebut sebagai kawasan investasi.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad menjelaskan, pertumbuhan ekonomi, investasi dan konektivitas yang terus menguat semakin mempertegas posisi Batam sebagai daerah yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
“Realisasi investasi Batam pada semester I-2026 mencapai Rp40 triliun. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi, sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Amsakar Achmad dalam keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga
Batam Berpeluang Jadi ‘Dubai Kecil’ di Sumatera, Nvidia Jadi Pemicu
Amsakar tidak merinci perbandingan realisasi investasi semester I-2026 dengan semester sebelumnya atau dengan semester I-2025 (year on year/yoy).
Menurut Amsakar, sejalan dengan pertumbuhan investasi, ekonomi Batam pada semester I-2026 tumbuh pesat, mencapai 7,28% (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di level 6,76%.
“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 7,28% dan investasi terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat,” ujar dia.
Amsakar mengungkapkan, perkembangan itu turut mendorong perhatian terhadap Batam hingga ke tingkat internasional. Salah satunya terlihat dari masuknya investasi di sektor teknologi dan infrastruktur digital.
Dia mencontohkan rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam yang dikembangkan Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) asal Australia, melalui kemitraan strategis dengan Nvidia dan DayOne.
Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt dengan target operasional pada kuartal I 2027. “Batam sekarang sudah tidak lagi hanya diperbincangkan di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki posisi yang semakin strategis,” papar dia.
Selain investasi di sektor teknologi, kata Amsakar, konektivitas Batam terus meningkat. Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada kuartal II-2026. Batam tercatat berada di peringkat ke-6.
Baca Juga
Gunakan DWDM, InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan-Batam-Padang
Capaian tersebut, kata Amsakar Achmad, menunjukkan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional semakin diperkuat oleh perkembangan infrastruktur dan konektivitas.
“Semua ini menunjukkan bahwa Batam sedang bergerak. Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar,” tutur dia.
Meski demikian, Amsakar menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai angka. “Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembukaan lapangan kerja, perkembangan usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik, maupun pembangunan infrastruktur,” tandas dia. (ant)
