HRTA Bagikan Dividen Rp40 per Saham, Pendapatan Kuartal I-2026 Melonjak 197%
JAKARTA, Investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 40 per saham dari laba tahun buku 2025 dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebanyak 18,83%. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (3/6/2026).
Di saat yang sama, HRTA membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026. Pendapatan perseroan mencapai Rp20,16 triliun atau melonjak 196,96% dibandingkan Rp6,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat 189,48% menjadi Rp433,49 miliar dari Rp149,75 miliar pada kuartal I-2025.
Kenaikan kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% secara tahunan menjadi 7,83 ton. Selain itu, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) meningkat 71,01% menjadi Rp2.567.213 per gram.
Baca Juga
Masih Moncer, Laba Bersih Hartadinata (HRTA) Kuartal I-2026 Naik 189,48%
Berdasarkan segmen usaha, penjualan masih didominasi bisnis grosir yang berkontribusi 90,60% terhadap total pendapatan, termasuk penjualan kepada institusi keuangan bullion bank dan sejumlah bank syariah. Segmen ritel menyumbang 9,13%, sedangkan bisnis gadai berkontribusi 0,26%.
Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kuatnya fundamental bisnis perseroan sekaligus efektivitas strategi yang dijalankan dalam mengembangkan ekosistem usaha.
“Pertumbuhan positif di awal tahun ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan Perseroan dalam menangkap peluang pasar di tengah dinamika ekonomi global. Kami terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis, peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi internasional maupun nasional, serta perluasan jangkauan pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Sandra dalam acara public expose usai RUPST 2025 di Jakarta, Kamis (3/6/2026).
Kinerja kuartal I-2026 ini melanjutkan pencapaian HRTA sepanjang 2025 yang mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan. Pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu mencapai Rp44,55 triliun atau tumbuh 144,39% dibandingkan Rp18,23 triliun pada 2024. Sementara itu, laba bersih melonjak 121,29% menjadi Rp978,49 miliar dari Rp442,18 miliar.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Diuntungkan Tren Emas Investasi, Analis Patok Target Harga Ini
Direktur Keuangan HRTA Ong Deny mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja perusahaan yang solid sepanjang 2025. “Hartadinata Abadi berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid dimana di sepanjang tahun 2025, kinerja keuangan Perseroan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. Pendapatan Perseroan di tahun 2025 tercatat meningkat sebesar Rp44,55 triliun, tumbuh hingga 144,39% secara tahunan dari Rp18,23 triliun di 2024. Di sisi lain, laba bersih tercatat sebesar Rp978,49 miliar di 2025, tumbuh 121,29% dari Rp442,18 miliar di 2024,” ungkap Ong Deny.
Guna mendukung pengembangan usaha yang berkelanjutan, HRTA terus memperkuat ekosistem bisnis yang terintegrasi. Perseroan telah meningkatkan kapasitas produksi hingga 60 ton per tahun yang mencakup manufaktur emas batangan, perhiasan emas, serta bisnis pemurnian emas.
Di sisi distribusi, perusahaan saat ini memiliki 85 outlet Hartadinata Abadi dan 138 outlet Gadai Hartadinata Abadi (GHA) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut diperkuat melalui berbagai inovasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas, salah satunya melalui pengembangan ATM HRTA Gold.
Baca Juga
Hartadinata Abadi (HRTA) Difavoritkan Raih ‘The Best Investortrust Companies 2026’
Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat membeli produk EMASKU® dengan lebih mudah, cepat, dan praktis. Saat ini, ATM HRTA Gold telah tersedia di tiga lokasi strategis di Bandung dan Jakarta.
Pada 2026, HRTA akan fokus memperkuat branding seluruh portofolio produk emas dan perhiasan melalui HRTA Gold, meningkatkan kualitas produk, serta melanjutkan proses perolehan sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Perseroan juga berencana memperluas jaringan distribusi dengan menambah jumlah toko di berbagai wilayah Indonesia.
“Dengan fundamental bisnis yang solid, jaringan distribusi yang luas, serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders kami,” tutur Sandra.

