Lippo Bangun Rumah Komersial Rp 98 Juta, Solusi Atasi 'Backlog' Perumahan Rakyat
Poin Penting
|
SERANG, investortrust.id - LippoLand mengembangkan hunian komersial dengan harga mulai Rp 98 juta melalui proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta.
Pengembangan rumah non-subsidi tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan menyediakan hunian yang lebih terjangkau di tengah persoalan backlog perumahan di Indonesia yang masih di angka 9,29 juta rumah tangga.
HWB Purwakarta dikembangkan PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand dengan dukungan Program Kemitraan UMKM LippoLand. Sejak diperkenalkan pada akhir 2025, penjualan hunian tersebut telah mencapai hampir 3.000 unit.
"Backlog perumahan itu benar-benar momok. Itu benar-benar masalah. Setiap tahun naik," kata CEO LippoLand, David Iman Santosa di kawasan HWB Serang, Banten, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga
LippoLand Kembangkan RX Tower, Perkuat Konsep Hunian Terintegrasi
Kemudian, David menegaskan, LippoLand ingin mengambil bagian dalam penyediaan hunian yang dapat dijangkau masyarakat.
"Sebenarnya, di awal pemerintahan Presiden Prabowo, sebagai grup kita ditanya sama Pak Prabowo, 'Masih mungkin nggak sih di Indonesia itu sektor informal memiliki rumah?' Lalu, pada akhirnya bersyukur juga (LippoLand) bisa menjawab tantangan daripada presiden," tandas dia.
HWB Purwakarta menawarkan rumah komersial dua lantai dengan harga mulai Rp 98 juta. Berdasarkan tipe yang ditawarkan, unit paling kecil memiliki satu kamar tidur dengan luas tanah 19,44 meter persegi (m2) dan luas bangunan 20,5 m2.
Hunian tersebut dilengkapi dua kamar mandi, satu dapur, satu ruang keluarga, dan satu carport.
Sementara unit terbesar memiliki tiga kamar tidur dengan luas tanah 50 m2 dan luas bangunan 34,7 m2. Unit ini dilengkapi tiga kamar mandi, satu carport, satu dapur, satu ruang keluarga, serta taman belakang.
Calon pembeli dapat memperoleh KPR dengan pilihan tenor 10, 15, hingga 20 tahun. Suku bunga KPR ditawarkan flat 5% untuk 40 bulan pertama.
Terjual Hampir 3.000 Unit
David menambahkan, penjualan HWB Purwakarta telah mendekati 3.000 unit meski proyek tersebut belum genap satu tahun.
"Hampir 3.000. Belum setahun. Tapi sebagai backlog Indonesia masih jauh sekali gitu lho. Backlog Indonesia kan 9 juta (rumah tangga)," ujar David.
Pada peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, lebih dari 1.000 unit HWB Purwakarta disebut telah terjual. Secara keseluruhan, penjualan kemudian mencapai lebih dari 2.000 unit sebelum kini mendekati 3.000 unit.
HWB Purwakarta dirancang sebagai township yang dalam jangka panjang dapat menampung lebih dari 30.000 penghuni.
Sejumlah fasilitas telah beroperasi di kawasan tersebut, antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX convenience store, Bank Nobu, fasilitas komunitas, serta sentra kuliner dan UMKM.
Pada kesempatan itu, Partner HWB Purwakarta Iwang Prejady menyampaikan, pengembangan kawasan dilakukan bersama LippoLand, dengan dukungan Program Kemitraan UMKM LippoLand.
Baca Juga
LippoLand Dukung Peluncuran HWB Serang, Hadirkan Hunian Terjangkau di Kawasan Strategis
Merambah ke Wilayah Serang
Model HWB Purwakarta kemudian dikembangkan ke HWB Serang, Banten yang diperkenalkan pada Juli 2026, dan direncakan launching pada Sabtu (26/9/2026).
HWB Serang menawarkan harga kepemilikan mulai Rp 101 juta dengan kapasitas jangka panjang lebih dari 30.000 penghuni. Kawasan seluas hampir 35 hektare (ha) tersebut dikembangkan dengan menyesuaikan karakter wilayah industri Banten.
Meski demikian, LippoLand masih akan melihat respons pasar untuk menentukan jumlah unit yang dibangun pada tahap awal.
"Jadi kita coba lihat, mungkin marketingsales saya jual berapa. Kita tetap komersial, ya. Jadi intinya ini rumah merupakan rumah indent," tutur David.
LippoLand menargetkan serah terima unit HWB Serang dapat dilakukan kurang dari 12 bulan. "Kita usahain secepat mungkin, jadi sebelum 12 bulan insyaallah bisa serah terima," terang David.
Selain rumah, LippoLand menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di kawasan HWB Serang, mulai dari tempat belanja, tempat ibadah, fasilitas komunitas, gym, playground, hingga sekolah.
David menuturkan, pengembangan fasilitas tersebut diperlukan untuk membentuk komunitas penghuni di kawasan tersebut.
"Jadi, kita bicara bukan cuma rumah. Tetapi bagaimana yang tinggal dengan keluarganya itu bisa menjadi satu komunitas, dan bisa menjadi satu real penduduk itu bisa bikin komunitas di situ," ujarnya.
Untuk akses transportasi, LippoLand juga tengah membahas rencana akses tol dari Ruas Tangerang-Merak menuju kawasan HWB Serang. Namun, David menilai rencana tersebut masih menunggu persetujuan legal dari pemerintah setempat.
"Ini baru diskusi-diskusi verbal. Saya tidak mau mendahului. Kita sedang menunggu approvallegal-nya," ungkap dia.
