Didorong Segmen Komersial, Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh 11,92% Jadi Rp 10,31 Triliun pada Kuartal III 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 11,92% secara year on year (yoy) menjadi Rp 10,31 triliun pada kuartal III 2026.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengungkapkan, pihaknya mengoptimalkan penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan kualitas portofolio serta prinsip kehati-hatian.
“Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (30/10/2026).
Pertumbuhan pembiayaan tersebut, lanjut Hanie, didorong oleh meningkatnya pembiayaan di segmen komersial sebesar 20,32% (yoy) menjadi Rp 6,22 triliun pada kuartal III 2026. Segmen ini menyumbang pangsa 60,27% terhadap total pembiayaan.
Baca Juga
Bank Mega Syariah Jaga Pertumbuhan Berkualitas melalui Penguatan Pembiayaan dan Efisiensi
Ia merinci, pembiayaan corporate banking mencapai Rp 4,72 triliun atau tumbuh 20,20% (yoy), sedangkan pembiayaan business banking meningkat 20,71% (yoy) menjadi Rp 1,50 triliun.
“Di tengah ekspansi tersebut, Bank Mega Syariah tetap menjaga kualitas pembiayaan,” kata Hanie.
Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross yang berada di kisaran 1%. Selain itu, Bank Mega Syariah juga terus memperkuat pengelolaan efisiensi operasional, tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berada di level 82,83% pada kuartal III 2026.
Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah mencatatkan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 12,01 triliun pada kuartal III 2026. Perseroan terus mengoptimalkan dan dan likuiditas untuk menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan.
“Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif dengan tetap memperhatikan kualitas aset, manajemen risiko, dan efisiensi operasional,” ucap Hanie.
Dari segi aset, kata dia, total aset Bank Mega Syariah mencapai Rp 18,67 triliun pada kuartal III 2026 atau tumbuh 9,28% (yoy).
