Setelah 2 Hari Naik, Harga Emas Tertekan Sinyal 'Hawkish' The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas spot turun mendekati US$ 4.365 pada awal perdagangan Asia, Selasa (22/9/2026), setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar kembali mencermati peluang pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve AS (The Fed), sementara pelaku pasar menunggu pernyataan bank sentral AS pada Selasa sore.
Tekanan terhadap emas menguat setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan untuk membawa inflasi menuju target 2%.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik Rp 25.000 di Tengah Pelemahan Dolar AS
Pekan sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,0%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 90,3%.
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem pada Senin (21/9/2026) mengatakan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mencapai target inflasi. Dia juga menilai kebijakan moneter masih dapat memberikan stimulus terhadap perekonomian meski The Fed telah menaikkan suku bunga pada bulan ini.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Kondisi itu membuat aset yang memberikan imbal hasil menjadi relatif lebih menarik bagi investor.
"Kami melihat beberapa kekhawatiran yang masih ada di kalangan para pelaku pasar bullish mengenai kebijakan moneter AS yang lebih ketat, yang telah mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi lebih dari dua bulan pada Jumat lalu. Unsur-unsur bearish tersebut bekerja melawan logam mulia," kata analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff dilansir FX Street.
Diplomasi Timur Tengah Jadi Penahan Tekanan
Di sisi lain, perkembangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi membatasi penurunan harga emas. Harapan terhadap jalur diplomasi yang lebih terbuka dan meredanya kekhawatiran pasokan menjadi faktor yang turut diperhatikan pasar.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan pergi ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada Selasa. Kunjungan tersebut berlangsung di tengah munculnya harapan baru terhadap penyelesaian diplomatik atas konflik di kawasan Timur Tengah.
Analis ING mencatat harga emas sedikit melemah pada awal pekan karena investor menilai dampak kenaikan suku bunga The Fed serta prospek pengetatan kebijakan berikutnya.
Baca Juga
Menurut ING, komentar para pejabat The Fed telah memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi masih berada pada level tinggi. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan pada level tinggi untuk periode yang lebih lama.
ING menilai kebijakan moneter yang lebih ketat masih menjadi tekanan bagi emas batangan. Namun, arus dana ke instrumen berbasis emas dan pembelian oleh bank sentral menjadi faktor yang berpotensi menahan penurunan harga lebih dalam.
Kepemilikan exchange-traded fund (ETF) berbasis emas disebut telah berada pada level tertinggi dalam enam bulan. Sementara itu, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral memberikan dukungan terhadap permintaan emas.
