Harga Emas Antam (ANTM) Tertekan Sinyal 'Hawkish' The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (24/9/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,605 juta atau turun Rp 25.000 dari Rabu (23/9/2026) Rp 2,630 juta per gram setelah sinyal hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,435 juta atau turun Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 2,465 juta.
Pergerakan emas Antam di tengah emas dunia yang turun mendekati US$ 4.290 per troy ounce pada awal perdagangan Asia, Kamis (24/9/2026)
Gubernur Federal Reserve Michael Barr mengatakan penyesuaian kebijakan lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk memastikan inflasi kembali menuju target 2%.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober mencapai 69,7%, meningkat dari 48,7% sepekan sebelumnya. Perubahan ekspektasi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Jadi Rp 2,627 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
Barr memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral AS. Ia mengatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan diperlukan agar inflasi dapat kembali ke target 2% dalam waktu yang tepat. Pernyataan tersebut muncul setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pekan sebelumnya ke kisaran 3,75%-4%.
Tekanan terhadap emas juga datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil surat utang Pemerintah AS. Pada Kamis, emas sempat berada di sekitar US$ 4.295,5 per troy ounce setelah mengalami aksi jual tajam pada sesi sebelumnya.
Data perdagangan yang dikutip Bloomberg menunjukkan impor emas China telah menembus lebih dari 1.000 ton hingga Agustus 2026, melampaui total impor sepanjang 2025. Pembelian tersebut didukung oleh permintaan investasi, penguatan yuan, serta harga emas domestik yang bertahan pada premi terhadap harga global.
Data yang sama menunjukkan ETF emas China menambah sekitar 44 ton hingga Agustus, meningkat 18% sejak awal tahun. Kondisi tersebut berbeda dengan kepemilikan ETF emas global yang relatif tidak banyak berubah dalam periode yang sama.
Baca Juga
HSBC Indonesia Rilis Reksa Dana Batavia Gold Sharia Equity USD, Bidik Saham Tambang Emas Global
World Gold Council juga mencatat arus dana positif pada ETF emas China. Pada Agustus, ETF emas China menambah 11 ton sehingga total kepemilikannya mencapai 293 ton. Nilai aset kelolaan ETF tersebut meningkat menjadi sekitar RMB 282 miliar atau sekitar US$42 miliar.
Permintaan dari bank sentral China juga meningkat. People's Bank of China menambah sekitar 20,2 ton emas pada Agustus, menjadi pembelian bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Dengan tambahan tersebut, cadangan emas China mencapai 2.387 ton pada akhir Agustus dan pembelian telah berlangsung selama 22 bulan berturut-turut.
Daftar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,352 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,605 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,150 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,700 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,800 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,545 juta
- Emas 25 gram: Rp 63,737 juta
- Emas 50 gram: Rp 127,395 juta
- Emas 100 gram: Rp 254,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 636,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,272,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,545,600 miliar.
