Tinggal 3 Bulan, Serapan Rumah Subsidi 2026 Baru 44% dari Target 350.000 Unit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Penyaluran rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru mencapai 154.034 unit atau sekitar 44% dari target 350.000 unit pada 2026. Padahal, waktu yang tersisa untuk mengejar target ambisius itu tinggal tiga bulan lagi.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho menyatakan, realisasi tersebut tercatat hingga 21 September 2026. "(Realisasi rumah subsidi) 44% (dari target)," katanya kepada awak media di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan laman resmi BP Tapera, realisasi KPR FLPP per 21 September 2026 mencapai 154.034 unit dengan nilai kredit yang disalurkan sebesar Rp 19,2 triliun.
Baca Juga
BP Tapera Catat 121.363 KPR FLPP Tersalurkan hingga Juli, BTN Jadi Penyalur Terbesar
Sebagai gambaran, realisasi KPR FLPP sepanjang 2025 tercatat hingga 278.868 unit dari total kuota 350.000 unit atau setara Rp 34,6 triliun. Dengan target yang sama seperti tahun 2025, masih terdapat 195.966 unit rumah subsidi yang harus disalurkan pemerintah hingga akhir 2026.
Lebih lanjut, Heru menegaskan, BP Tapera tengah mengupayakan percepatan penyaluran rumah subsidi. Pihaknya menyiapkan 71.000 penerima rumah subsidi untuk mengikuti akad massal di Jawa Timur pada Desember mendatang.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyoroti realisasi penyaluran rumah subsidi yang masih jauh dari target. "Kinerja per hari ini di bawah target jauh," tegas Ara, sapaan akrab Maruarar.
Ara menjelaskan, target penyaluran rumah subsidi era Presiden Prabowo Subianto telah dinaikkan dibandingkan tahun lalu dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit. Ia berharap penyaluran rumah subsidi tahun ini dapat mencapai target sehingga kuotanya masih bisa ditambah.
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Jadi Andalan Kejar Target Serapan 350.000 KPR FLPP
Ara turut meminta BP Tapera melakukan inovasi untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi. Salah satu caranya dengan membenahi sumber daya manusia (SDM) agar dapat menyelesaikan masalah dan mengusulkan terobosan.
"Tapera lembaga yang sudah lebih lama jauh, produknya sudah lama, makanya harus inovasi. Ya, saya pikir dipilih lah orang-orang yang bisa melakukan inovasi," tutur Ara.
