Menteri Ara Minta Tapera Kejar Target 350.000 Rumah Subsidi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) meminta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mempercepat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) untuk mengejar target 350.000 unit rumah subsidi pada 2026.
Maruarar menyebut, realisasi FLPP hingga saat ini baru mencapai sekitar 154.000 unit. Sementara itu, target penyaluran tahun ini mencapai 350.000 unit. "Rumah subsidi saja, tahun ini per hari ini sudah berapa? 154.000 (unit)," kata Ara saat rapat evaluasi kinerja dan strategi kinerja FLPP di kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).
Maruarar menegaskan, target penyaluran 350.000 unit tidak direvisi meski waktu yang tersisa pada 2026 hanya sekitar tiga bulan. "Tapi bulannya tinggal 3 bulan lho," ucap dia.
Berdasarkan laman resmi BP Tapera, realisasi KPR FLPP per 21 September 2026 mencapai 154.034 unit dengan nilai kredit yang disalurkan sebesar Rp 19,2 triliun.
Maruarar menyampaikan, salah satu upaya untuk mengejar target tersebut adalah pelaksanaan akad massal rumah subsidi pada 17 Desember 2026 di Jawa Timur. Dalam agenda tersebut, pemerintah menargetkan 71.000 rumah subsidi diserahterimakan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kita mempersiapkan tanggal 17 Desember di Jawa Timur, Pak Heru ya. Saya sudah undang Pak Presiden untuk 71.000 rumah subsidi dengan skema FLPP," jelas dia.
Baca Juga
Prabowo Akan Saksikan Akad Massal KPR FLPP di Batang, Libatkan 62.000 Debitur
Ia meminta BP Tapera memastikan kesiapan penyaluran dan melaporkan target serta realisasi dari masing-masing deputi. "Saya juga minta kepada Tapera transparan tentang kesiapan. Nanti hari Jumat (25/9/2026) saya minta dibuat rapat lagi. Saya minta target-target dari setiap Deputi ya, target semuanya disampaikan dan realisasinya," tandas Ara.
Menurut Maruarar, BP Tapera juga perlu memperbaiki pencatatan hasil sosialisasi KPR FLPP. Ia menilai setiap kegiatan sosialisasi tersebut harus memiliki target dan realisasi yang jelas agar kuota 350.000 KPR FLPP tersalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Namun, Tapera belum mampu melakukan itu. Betul enggak Pak Heru? Nah, itu yang harus diubah. Jadi harus ada target dan realisasi. Siapa mengerjakan apa, ke mana. Jadi saya pikir teman-teman di Komisioner Tapera dan jajaran harus bekerja lebih proaktif, lebih cerdas, lebih keras, lebih detail, dan berorientasi sesuai aturan dan hasil kerja," katanya menambahkan.
Maruarar juga menggarisbawahi, pembenahan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan BP Tapera. "Kalau menurut saya tantangan Tapera adalah SDM. SDM yang bisa bekerja untuk mencapai target," tegas dia.
Minta Ada Revisi SDM, IT dan 'Mindset'
Maruarar kembali menegaskan perlunya perubahan internal di BP Tapera karena target penyaluran FLPP meningkat menjadi 350.000 unit. "Karena begini, ini targetnya melompatnya jauh. Mungkin 220.000 orang ya, revisi IT, revisi SDM, revisi mindset, revisi semua," lugas dia.
Ia meminta Komisioner BP Tapera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut. "Jadi harus ada kesadaran dari Pak Herunya, keberanian juga dari Pak Heru melakukan langkah-langkah itu," ucap Ara kepada Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Maruarar menekankan, target 350.000 unit rumah subsidi merupakan kuota yang telah ditetapkan dan tidak akan diubah hingga akhir 2026. Ihwal itu, BP Tapera diminta mengejar kekurangan penyaluran dalam sisa waktu tahun ini. "Jadi intinya SDM. SDM yang bisa mengatasi masalah supaya targetnya capai," kata dia.
Selain penyaluran rumah tapak, Maruarar meminta BP Tapera mempercepat penyaluran untuk rumah susun (rusun) subsidi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyatakan, potensi rusun subsidi antara lain berasal dari kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan dan Meikarta, Cikarang Selatan.
Baca Juga
BP Tapera Salurkan Rumah Subsidi ke Pedagang Jamu-Cilok di Akad Massal 30 Juli
"Yang pertama yang kemarin launching di Manggarai, itu potensi sekitar 3.700 rumah susun ya secara bertahap. Kemudian juga di Meikarta, itu insyaallah juga di tahap pertama mungkin sekitar 40.000-an," papar Sri.
Sementara itu, Heru menambahkan, hingga 21 September 2026 terdapat 3.904 unit rumah susun subsidi yang telah diunggah pengembang ke sistem SiKumbang. "Pada hari ini yang sudah upload di SiKumbang itu 3.904 unit Pak, per hari ini, dan terus bertumbuh Pak," ujar dia.
Alhasil, Maruarar meminta BP Tapera untuk mempercepat realisasi rumah tapak hingga rusun subsidi agar target 350.000 unit tercapai, tidak seperti tahun 2025 yakni 278.868 unit dari total kuota 350.000 unit atau setara Rp 34,6 triliun. "Tolong lebih kencang lagi kerjanya Pak Heru," pungkas dia.
