Menteri Ara Sebut BP Tapera Hadapi Tantangan Berat Meski KPR Subsidi Tembus 102.900 Unit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyebut Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadapi tantangan besar, yakni realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026.
Ia mengungkap, hingga 16 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP baru mencapai 102.900 unit. Capaian tersebut harus terus ditingkatkan agar dapat melampaui realisasi 2025 sebanyak 278.000 unit lebih.
Baca Juga
BP Tapera Bidik 9.217 Unit Rusun Baru, Cicilan FLPP Bisa Mulai Rp700 Ribu
"Per hari ini, (penyaluran KPR FLPP) 102.900 unit. Ini sudah bulan Juli. Jadi BP Tapera punya tantangan berat untuk bisa melewati tahun lalu," kata Ara saat meresmikan kantor BP Tapera di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Ara menambahkan, program FLPP bukan merupakan program baru karena telah berjalan sejak 2010. Dikatakan, realisasi penyaluran FLPP tertinggi sebelumnya berada pada 2023, tetapi pada era Presiden Prabowo Subianto langsung melambung tinggi.
"Sampai 2023, itu terbesar adalah 229.000 (unit) penyaluran melalui skema FLPP. Baru 1 tahun Presiden Prabowo menjabat, beliau sudah bisa melakukan satu lompatan (penyaluran KPR FLPP) yang sangat besar, yaitu dari 229.000 (unit) tahun 2023 menjadi 278.000 (unit) tahun 2025," ujarnya.
Maruarar menambahkan, sebagai ketua komite Tapera bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pihaknya akan kembali menggelar rapat pada Kamis (23/7/2026) untuk membahas kesiapan BP Tapera dalam mengejar target penyaluran KPR subsidi.
"Kalau tidak siap, kita sudah rapat dan kita akan rapat lagi minggu depan, hari Kamis (23/7/2026). Saya meminta betul-betul disiapkan. Kantornya saya lihat bagus, jadi saya berharap kinerjanya lebih bagus," tegasnya.
Baca Juga
Ia juga meminta seluruh jajaran BP Tapera bekerja lebih keras dan terus melakukan terobosan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik. "Jadi ini bukan waktunya kita santai-santai, ini waktunya kita bekerja keras, buat terobosan sesuai tata kelola," terang Ara.
Hingga 2 Juli 2026 BP Tapera telah merealisasikan penyaluran KPR FLPP sebanyak 93.339 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 11,6 triliun. Dari total tersebut, penerima manfaat terbesar berasal dari kelompok pekerja swasta sebanyak 61.126 unit atau 65,49%. Selanjutnya, wiraswasta sebanyak 15.890 unit atau 17,02%, pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 7.643 unit atau 8,19%, serta TNI/Polri sebanyak 1.394 unit atau 1,49%.
