Menteri Ara Ungkap 725 Truk Angkut 2,9 Juta Genting Siap Diluncurkan di Q4/2026
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, pihaknya menyiapkan 725 truk untuk mengangkut sekitar 2,9 juta genting dalam program gentingisasi dalam gerakan Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) pada kuartal IV/2026.
"Soal gentingisasi, kemarin saya sudah bawa gentingnya langsung dari Majalengka, siap diluncurkan 8 November 2026 sekitar 2.400.000 pieces genting. Satu genting harganya Rp 2.500," kata Ara usai rapat kerja bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga
Dorong Program Gentingisasi, Menteri Ara Sebut UMKM Sultra Berpeluang Raup Rp 7,2 Miliar
Selain dari Majalengka, pemerintah juga menyiapkan distribusi genting dari Purwakarta, Jawa Barat pada 2 Oktober 2026.
"Dan di Purwakarta tanggal 2 Oktober 2026, 125 truk, 500.000 pieces (genting). Harganya sama Rp 2.500 (per pieces)," tambah Ara.
Dengan demikian, total yang disiapkan dari kedua daerah tersebut mencapai 725 truk dengan muatan sekitar 2,9 juta genting dari UMKM setempat senilai Rp 7,25 miliar per pieces (pcs).
Maruarar menyampaikan, jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan distribusi awal program gentengisasi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya.
"Jadi 4-5 bulan lalu, saya masih ingat, sekitar 14 truk kalau tidak salah. Nah, dari 14 truk beberapa bulan lalu kita tingkatkan menjadi 600 truk," jelas dia.
Menurut Maruarar, peningkatan distribusi tersebut berkaitan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan UMKM sekaligus peningkatan kualitas produk genting.
"Kenapa? Karena Presiden sangat concern bagaimana UMKM bisa maju. Tapi di sisi lain, kualitasnya harus ditingkatkan. Makanya ada uji keandalan dari Departemen Perindustrian," ujar dia.
Ara juga mengatakan, pemerintah ingin peningkatan omzet UMKM produsen genting berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas produk. "Jadi, kita juga pengen omzetnya maju, kualitasnya maju, dengan cara begitu," ucap dia.
Sekadar informasi, Pemerintah tengah memperluas program gentingisasi untuk mendukung perbaikan rumah rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM produsen genting di sejumlah daerah.
Selain Majalengka dan Purwakarta, pemerintah menyiapkan sentra produksi genting di sejumlah daerah lainnya, seperti Kebumen, Jawa Tengah, dan Nganjuk, Jawa Timur.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Produk genting juga digunakan dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Di Jawa Barat, pemerintah menyebut terdapat 40.000 rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibedah dengan kebutuhan sekitar 12 juta genting. Sementara di Jawa Tengah terdapat target perbaikan 33.000 RTLH dengan kebutuhan sekitar 9,9 juta genting.
Adapun di Jawa Timur, pemerintah menargetkan perbaikan 36.000 RTLH dengan kebutuhan sekitar 10,8 juta genting.
Pemerintah juga mendorong UMKM produsen genting memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman sebelumnya menyebut terdapat delapan UMKM daerah yang telah lolos SNI.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026). Rapat tersebut membahas langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian sekaligus lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuturkan, pemerintah terus berupaya menghadirkan rumah yang lebih layak dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk melalui kebijakan untuk meringankan akses pembiayaan perumahan.
"Rapat membahas upaya menghadirkan rumah yang lebih layak dan terjangkau, termasuk kebijakan untuk meringankan akses pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah," ujar Teddy.
Teddy memaparkan, sejak 2025 hingga saat ini, program bedah rumah telah menjangkau 400.000 rumah. Program tersebut dilanjutkan dengan peningkatan kualitas lingkungan permukiman melalui penyediaan dan perbaikan air bersih, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), pengelolaan sampah, serta peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan.
Baca Juga
Dorong Program Gentingisasi, Menteri Ara Sebut UMKM Sultra Berpeluang Raup Rp 7,2 Miliar
"Sejak 2025 hingga kini, program bedah rumah telah menjangkau 400.000 rumah, yang dilanjutkan dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui penyediaan dan perbaikan air bersih dan MCK, pengelolaan sampah, serta peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan," papar dia.
"Karena rumah yang layak bukan hanya tentang bangunan. Tempat tinggal juga harus berada di lingkungan yang bersih, sehat, aman, nyaman, resik, dan indah," tutur Teddy.
