Menteri Ara Minta Asbes Rumah Bedah di Cakung Segera Diganti Genting
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyoroti masih adanya penggunaan asbes pada hunian yang telah direnovasi melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di Cakung, Jakarta Timur.
Oleh karenanya, Maruarar meminta penggunaan asbes tersebut segera diganti menjadi genting. Dikatakan, penggunaan asbes dapat meningkatkan risiko penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Itu yang harus diprotes. Itu sangat tidak baik bagi kesehatan. Itu bahayanya lebih bahaya daripada bocor. Itu bisa buat (penyakit) paru-paru. Makanya saya minta cepat ganti," tegas Ara, sapaan akrabnya Maruarar, di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga
Kuota Bedah Rumah NTT Jadi 5.000 Unit pada 2026, Melonjak 20 Kali Lipat
Dia mengatakan, penggunaan asbes menjadi perhatian dalam program gentengisasi yang menjadi salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
"Makanya Presiden Prabowo kan mengutamakan gentingisasi untuk yang kayak asbes-asbes. Itu Ibu Dirjen (Sri Haryati) harus segera ya. Jadi pakai asbes itu sangat tidak menyehatkan, dan mereka (masyarakat) mungkin tidak tahu itu bahaya," ujarnya.
Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus ISPA di Indonesia mencapai 343.628 kasus hingga minggu ke-18 2026 atau periode 3-9 Mei 2026. Pada periode yang sama, kasus penyakit serupa influenza atau influenza-likeillness (ILI) tercatat sebanyak 30.892 kasus.
Berdasarkan laporan SKDR Kemenkes, ISPA menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi yang dipantau sepanjang 2026.
Kemenkes menyebut peningkatan kasus ISPA dapat terjadi pada musim hujan atau ketika suhu lebih rendah dan kelembapan tinggi, sementara risiko infeksi juga meningkat pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Lebih jauh, Ara mengklaim, dirinya telah bertanya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai wilayah yang dinilai paling kumuh di Jakarta. Dari pembahasan tersebut, Cakung, Jakarta Timur dan Tambora, Jawa Barat disebut sebagai dua wilayah yang menjadi perhatian.
"Kebijakan saya, satu kecamatan Cakung, rumah yang tidak layak huni kita bereskan dengan bekerja sama. Dananya sudah siap, orangnya sudah siap, dan segera dimulai minggu depan, 18 Agustus (2026)," katanya.
Program bedah rumah di Jakarta Timur tersebut mencakup 1.050 unit rumah yang tersebar di tujuh kelurahan. Seluruhnya ditargetkan selesai pada Desember 2026. "Yang penting, di Cakung ini tahun ini harus selesai semua. Karena Jakarta Timur ini kan bukan ini saja. Jadi ada tujuh kelurahan. Total ada 1.050 (unit)," ungkap Ara.
Dia menjelaskan, pelaksanaan setiap rumah dilakukan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi. Rumah yang telah lebih dahulu selesai diverifikasi akan mulai dikerjakan lebih awal.
"Jadi, kita selesai harus Desember. Itu serapan harus selesai di Cakung. Tentu ada yang ditemukan duluan, diverifikasi duluan, jadi mulai duluan dan selesai duluan. Tapi secara menyeluruh kita mau Desember selesai," kata Maruarar menambahkan.
Kementerian PKP mengalokasikan bantuan bedah rumah sebanyak 10.300 unit di Provinsi DKI Jakarta pada 2026. Alokasi tersebut terdiri atas 10.000 unit untuk wilayah perkotaan dan 300 unit untuk wilayah pesisir.
Baca Juga
Kuota Program Bedah Rumah di 6 Provinsi Naik Jadi 25.022 Unit
Dari lima wilayah kota administrasi di Jakarta, masing-masing mendapatkan alokasi 2.000 unit. Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mendapatkan alokasi 300 unit. Alokasi tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 158 unit. Dengan demikian, alokasi bedah rumah DKI Jakarta pada 2026 bertambah 10.142 unit atau sekitar 6.415,98% dibandingkan tahun sebelumnya.
Khusus Jakarta Timur, berdasarkan hasil intervensi dan verifikasi, terdapat 1.087 unit yang tersebar di 10 kecamatan dan 37 kelurahan. Rinciannya, Kecamatan Pulogadung 6 unit, Matraman 135 unit, Jatinegara 315 unit, Cakung 124 unit, Duren Sawit 251 unit, Makasar 2 unit, Cipayung 96 unit, Kramatjati 144 unit, Pasar Rebo 8 unit, dan Ciracas 6 unit.
Besaran bantuan bedah rumah dalam program tersebut mencapai Rp 20 juta per unit untuk peningkatan kualitas rumah.

