Pemerintah Ungkap Strategi PMI RI Saingi Filipina di Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyoroti ketatnya persaingan tenaga kerja di pasar internasional, khususnya dominasi Filipina sebagai kompetitor utama Indonesia. Pemerintah terus mengupayakan strategi penambahan nilai (value added) agar pekerja migran Indonesia (PMI) mampu merebut peluang kerja global yang selama ini didahului negara tetangga tersebut.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengungkapkan Filipina memiliki keunggulan historis karena telah mengelola pengiriman pekerja migran lebih awal serta didukung kemampuan bahasa Inggris masyarakatnya yang lebih siap.
Baca Juga
Sri Purwati, dari Pekerja Migran Menjadi Pemilik Empat Kedai Sri Rahayu di Taipei
"Siapa saja kompetitor kita? Filipina, ini sudah dari dulu mengurus soal pekerja migran, bahkan kontribusi pekerja migran untuk negara Filipina sangat luar biasa. Mereka lebih dulu dan diuntungkan karena kemampuan bahasa Inggris, sementara kita harus belajar dulu," ujar Christina dalam konferensi pers Update PHTC di kantor Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom), Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Meskipun Indonesia juga bersaing dengan negara, seperti Nepal, Bangladesh, dan India, Christina optimistis kompetensi tenaga kerja Indonesia masih berada di atas negara-negara tersebut. Namun, posisi Filipina tetap menjadi penantang utama yang berhadapan langsung dengan Indonesia di berbagai kawasan.
"Setiap kali saya bicarakan skema government to government (G-to-G) untuk membuka pasar baru dengan menteri atau wakil menteri negara tujuan, mereka selalu bilang sudah punya pilot project dengan Filipina. Seperti kemarin di Kroasia, mereka sudah jalan dengan Filipina. Kita mesti memberikan nilai tambah agar bisa bersaing," tutur dia.
Berdasarkan pemetaan Kementerian P2MI, dominasi pekerja migran Filipina paling banyak ditemui di kawasan Eropa Barat dan Amerika Serikat, meliputi negara, seperti Kroasia, Bulgaria, hingga Jerman. Sementara di kawasan Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang, keberadaan mereka relatif lebih sedikit.
Baca Juga
Sektor utama yang dikuasai Filipina mencakup pelayanan kesehatan dan hospitality. Di Amerika Serikat misalnya, tenaga perawat asal Filipina telah mengisi pasar kerja lebih awal. P2MI kini tengah berkoordinasi dengan para duta besar dan konsul jenderal RI untuk menembus pasar Negeri Paman Sam tersebut.
"Sektor hospitality dan kesehatan itu dua sektor paling potensial buat Indonesia. Hospitality relatif paling mudah, seperti housekeeping, F&B (food and beverage), hingga kitchen services. Kalau kesehatan butuh pelatihan yang lebih jauh seperti perawat, tetapi untuk caregiver masih sangat memungkinkan," jelasnya.
