CEO JETE Ungkap 5 Keunggulan Brand Lokal yang Mampu Saingi Merk Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Persaingan industri ritel di Indonesia kini memasuki babak baru. Brand global yang sebelumnya mendominasi pasar mulai diimbangi oleh brand lokal yang semakin agresif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan konsumen dalam negeri.
Founder sekaligus CEO JETE Jhonny Thio Doran menganggap fenomena tersebut bukan sekadar perubahan tren yang sifatnya sementara. Menurutnya, ada pergeseran nyata dalam struktur pasar, di mana brand lokal semakin menunjukkan kekuatannya melalui berbagai keunggulan yang sulit ditiru. Termasuk beberapa faktor penting lainnya. Apa sajakah itu?.
1. Bangun Kedekatan, Konsumen Jadi Bagian dari Brand
Salah satu faktor utama yang membuat brand lokal mampu bersaing adalah adalah kemampuannya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Tidak hanya berfokus pada penjualan, brand lokal juga aktif membangun keterlibatan melalui aktivitas yang relevan dengan gaya hidup masyarakat.
Pendekatan ini dijalankan oleh JETE melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas. Salah satunya lewat event lari JETE RUN yang digelar sejak 2024 dan berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, brand tidak hanya dikenal, tetapi juga dirasakan kehadirannya oleh konsumen. Hubungan yang terbangun pun menjadi lebih kuat karena adanya keterlibatan langsung.
“Ketika konsumen merasa jadi bagian dari brand, mereka merasa dihargai bukan hanya sebagai pembeli saja, tapi lebih dari itu jadi bagian kita. Ini akan membuat konsumen lebih loyal dan secara alami ikut mendukung pertumbuhan brand tersebut,” kata Jhonny dalam keterangan yang diterima, Senin (4/5/2026).
Baca Juga
Retail Giant Matahari Rebrands to MDS Retailing in Aggressive Pivot to Multi-Concept Strategy
2. Fleksibel dan Cepat, Jadi Kunci Hadapi Persaingan
Selain kedekatan dengan konsumen, brand lokal juga memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dalam mengeksekusi strategi mereka. Struktur organisasi yang lebih ringkas membuat proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus melalui prosedur yang panjang. Terlebih aturan pemerintah terhadap brand lokal juga dinilai tidak serumit yang diberlakukan brand global.
Hal ini memungkinkan brand lokal untuk langsung merespons perubahan tren pasar. Mulai dari pengembangan produk, penyesuaian harga, hingga strategi pemasaran bisa dilakukan secara lebih fleksibel. Jhonny menilai, kecepatan ini menjadi salah satu faktor penting agar brand tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Kecepatan itu bukan sekadar soal bergerak lebih cepat dari yang lain. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa belajar dari setiap eksekusi yang kita lakukan,” ungkapnya.
3. Jangkauan Luas, Produk Lebih Mudah Didapat
Faktor lainnya yang menjadi penentu adalah kondisi geografis Indonesia yang luas. Brand lokal dinilai lebih memahami karakteristik tiap daerah sehingga mampu membangun jaringan distribusi yang lebih merata.
Melalui pengembangan jaringan ritel dan kerja sama dengan berbagai mitra, produk dapat lebih mudah dijangkau oleh konsumen. Kehadiran toko fisik di berbagai kota juga memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan.
“Keberhasilan sebuah brand bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar namanya, tetapi seberapa sering brand itu hadir dalam kehidupan sehari-hari konsumen,” jelas Jhonny.
Ia menambahkan, JETE terus memperluas jaringan dengan membuka gerai di berbagai kota di Indonesia agar produk semakin dekat dengan masyarakat. Mulai dari Sabang sampai Merauke baik itu dengan official store maupun melalui mitra agar produk semakin mudah didapatkan.
Baca Juga
BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Masuk Daftar “Global 500 2026” Brand Finance
4. Brand Lokal Lebih Paham Kebutuhan Konsumen
Lebih lanjut, perubahan perilaku konsumen pun turut menjadi pendorong meningkatnya daya saing brand lokal. Saat ini, konsumen tidak hanya melihat harga barang dan kualitasnya saja, tetapi juga mempertimbangkan nilai dan manfaat dari produk yang digunakan.
Brand lokal memiliki keunggulan karena lebih memahami karakter pasar Indonesia. Dengan pemahaman tersebut, produk yang dihadirkan tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen.
“Dalam beberapa waktu belakangan yang saya alami bersama tim di JETE, melihat bahwa konsumen tidak cuma beli produk setelah itu dipakai lalu selesai begitu saja, tapi juga mencari value apa yang bisa dirasakan dalam penggunaan sehari-hari, jika itu sudah mereka temukan dan melekat maka konsumen pun akan loyal ke brand kita dengan sendirinya,” ucap Jhonny.
5. Kepercayaan Masyarakat yang Semakin Tinggi
Jika dulu banyak konsumen lebih condong memilih brand global karena dianggap lebih terpercaya. Namun kini, pandangan tersebut mulai berubah. Brand lokal justru semakin dilirik dan dipercaya, bahkan mulai menjadi pilihan utama karena dinilai lebih memahami kebutuhan masyarakat Indonesia.
Perubahan ini membuat brand lokal terus berupaya meningkatkan kualitas, tidak hanya pada produk tetapi juga dari sisi layanan. Pengalaman setelah pembelian, seperti kemudahan layanan dan kecepatan respon, menjadi hal yang semakin diperhatikan oleh konsumen.
Sebagai bentuk upaya tersebut, JETE Indonesia menghadirkan layanan pelanggan yang siaga 24/7 serta proses klaim garansi yang dibuat lebih praktis di berbagai kota, sehingga konsumen bisa merasa lebih tenang saat menggunakan produknya.
Posisi brand lokal yang semakin kuat di pasar domestik, pada akhirnya akan membuka persaingan di pasar global. Meski begitu, ekspansi dan persaingan di ranah yang lebih besar memerlukan kesiapan dari berbagai aspek, termasuk sistem bisnis dan tata kelola perusahaan.
Jhonny menilai, kekuatan di pasar dalam negeri menjadi bekal penting sebelum melangkah ke level internasional. Konsistensi dalam menjalankan strategi juga menjadi faktor penentu. Sebab, dalam menghadapi pasar bebas yang dinamis brand dituntut untuk bisa beradaptasi dengan cepat.
“Bagi saya, kekuatan di pasar domestik adalah dasar paling penting sebelum melangkah ke pasar yang lebih luas. Ketika kita sudah memahami pasar lokal dengan baik, mengenali kebutuhan konsumen, dan didukung sistem yang kuat, saat itulah kita siap bersaing di level global dengan keyakinan yang lebih besar," pungkasnya.

