Emas Antam (ANTM) Turun Rp 6.000, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (1/9/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,664 juta atau turun Rp 6.000 dari Senin (31/8/2026) Rp 2,670 juta per gram setelah komentar hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,517 juta atau turun Rp 6.000 dari sebelumnya Rp 2,523 juta.
Pergerakan emas Antam di tengah harga emas dunia yang turun pada Senin (31/8/2026) mendekati level terendah dalam dua minggu
Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.431,39 per ons dan kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember turun 1% menjadi US$ 4.482,60 per ons atau sekitar Rp 79,6 juta per ons.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 18.000, 'Buyback' Jadi Rp 2,61 Juta
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat tajam setelah pernyataan Warsh. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga menjadi sekitar 64%, dari sekitar 36% sebelum komentar tersebut.
Warsh sebelumnya memberikan sinyal bahwa pembuat kebijakan perlu mengambil langkah lebih lanjut apabila belum memperoleh keyakinan bahwa inflasi akan kembali menuju target 2% Federal Reserve. Pernyataan tersebut memicu kenaikan imbal hasil surat utang AS dan memperkuat dolar, dua faktor yang cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas juga telah mengalami tekanan besar sejak akhir pekan. Pada Jumat (28/8/2026), emas turun lebih dari 3%, menjadi penurunan harian terdalam sejak 10 Juni. Pergerakan tersebut terjadi setelah pasar mencerna pernyataan hawkish Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Data ketenagakerjaan ADP dan laporan penggajian non-pertanian Agustus menjadi perhatian investor. Data tersebut dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap kekuatan ekonomi AS sekaligus menentukan ruang bagi The Fed untuk mengubah tingkat suku bunga.
Di pasar energi, harga minyak mentah naik lebih dari 3% pada Senin setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah pulau Iran di Selat Hormuz dan Iran menyatakan telah melakukan serangan balasan.
Kenaikan harga minyak memperbesar kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi. Harga Brent bahkan ditutup di US$ 90,49 per barel, sedangkan West Texas Intermediate berada di US$ 85,76 per barel setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
Baca Juga
Harga Emas Turun 1,4% Setelah Inflasi AS Sesuai Ekspektasi
Dolar AS sempat bertahan di dekat level tertinggi dalam sekitar dua minggu setelah meningkatnya taruhan kenaikan suku bunga. Namun, pelemahan tipis dolar pada Senin membantu membatasi penurunan harga emas. Reuters melaporkan indeks dolar turun 0,24% pada perdagangan tersebut.
Daftar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,382 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,664 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,268 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,877 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,095 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,135 juta
- Emas 25 gram: Rp 65,212 juta
- Emas 50 gram: Rp 130,345 juta
- Emas 100 gram: Rp 260,612 juta
- Emas 250 gram: Rp 651,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,302,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,604,600 miliar.
