Emas Antam (ANTM) Melemah Rp 15.000, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (7/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,655 juta atau turun Rp 15.000 dari Senin (6/7/2026) Rp 2,670 juta per gram dipicu penguatan dolar AS.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,414 juta atau turun Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 2,429 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang turun dari level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Senin (6/7/2026).
Harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.159,99 per ons. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus justru naik 1% menjadi US$ 4.167,50 per ons.
Baca Juga
Kilau Emas Antam (ANTM) Meredup Dibayangi Suku Bunga The Fed
Dolar AS menguat 0,3%, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Kondisi tersebut biasanya mengurangi permintaan logam mulia di pasar internasional.
Data ekonomi yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat melambat signifikan pada Juni. Selain itu, pemerintah juga merevisi turun data penciptaan lapangan kerja untuk dua bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (8/7/2026). Dokumen tersebut diperkirakan memberikan gambaran lebih rinci mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap kondisi ekonomi dan arah suku bunga ke depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 56% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak 2%, Data Tenaga Kerja AS Picu Harapan Pelonggaran The Fed
Sementara itu, JP Morgan dalam catatan riset yang diterbitkan Jumat menyatakan permintaan emas dari sejumlah sektor utama diperkirakan tidak akan sekuat proyeksi sebelumnya. Karena itu, bank investasi tersebut memperkirakan kenaikan harga emas sepanjang tahun akan lebih terbatas.
JP Morgan memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$ 4.300 per ons pada kuartal III dan meningkat menjadi sekitar US$ 4.500 per ons pada kuartal IV, lebih rendah dibandingkan ekspektasi optimistis yang sempat berkembang di pasar.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,377 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,655 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,250 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,850 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,050 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,045 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,987 juta
- Emas 50 gram: Rp 129,895 juta
- Emas 100 gram: Rp 259,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 649,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,297,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,595,600 miliar.
