Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 15.000 Setelah The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (29/6/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,645 juta atau turun Rp 15.000 dari Sabtu (27/6/2026) Rp 2,660 juta per gram menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sementara ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga tahun ini turut mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset investasi.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,360 juta atau turun Rp 18.000 dari sebelumnya Rp 2,378 juta.
Baca Juga
Harga Emas Berbalik Menguat, Data Inflasi AS Redakan Kekhawatiran Pasar
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah pada perdagangan Senin. Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.067,99 per ons pada pukul 00.45 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus melemah 0,4% menjadi US$ 4.081,20 per ons.
Tekanan terhadap harga emas muncul setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Minggu (28/6/2026). Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melenyapkan kepemimpinan Iran apabila negara itu tidak mematuhi kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Meski demikian, perkembangan diplomatik memberikan sedikit harapan bagi pasar. Iran dan Amerika Serikat dilaporkan telah menyepakati penghentian sementara aksi permusuhan di kawasan Teluk dan akan melanjutkan pembicaraan mengenai sengketa di Selat Hormuz, sebagaimana dilaporkan Axios pada Minggu.
Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar kembali menimbang prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Fokus investor kini tidak hanya tertuju pada risiko geopolitik, tetapi juga arah suku bunga bank sentral.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke aset yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi.
Baca Juga
Debut EMAS di Bursa Hong Kong Dorong Optimisme Investor terhadap Sektor Tambang
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve masih akan menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali sepanjang tahun ini. Peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai sekitar 77%.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak akibat meningkatnya risiko geopolitik juga memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,372 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,645 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,230 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,820 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,000 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,945 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,737 juta
- Emas 50 gram: Rp 129,395 juta
- Emas 100 gram: Rp 258,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 646,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,292,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,585,600 miliar.
