Warga Tak Lagi Naik Pohon, Internet BAKTI Buka Akses Pendidikan di Flores Timur
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kehadiran internet Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mulai mengubah aktivitas pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Koneksi yang sebelumnya sulit diperoleh kini menopang kegiatan belajar, administrasi sekolah hingga asesmen berbasis komputer.
Kepala Sekolah SMAN 1 Titehena Kecamatan Flores Timur, Konrardus Kudarto yang menjadi penerima layanan menceritakan, sebelum konektivitas tersedia, guru dan siswa harus mencari titik tertentu untuk mendapatkan sinyal.
“Kami datang dari daerah yang sinyalnya sulit, bahkan kami harus naik ke atas pohon untuk dapat sinyal, jadi kami sudah terbiasa dan tidak bisa mengandalkan hanya dari satu layanan,” ujar Konrardus dalam talkshow BAKTI Media Connect 2026, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Namun, kondisi itu berubah ketika akses internet mulai masuk ke sekolah. Internet kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari administrasi, pembelajaran hingga asesmen dan ujian yang seluruh prosesnya dilakukan secara online.
Baca Juga
Bakti Bangun 31.000 Titik Internet, Fokus Perkuat Layanan Publik di Wilayah 3T
Menurutnya, salah satu momen penting terjadi pada 2019 ketika sekolah untuk pertama kalinya dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer dengan dukungan konektivitas.
“Itu 2019, kami pertama kali melaksanakan ujian nasional online. Itu kesuksesan pertama dan kebahagiaan tersendiri buat kami,” kenangnya.
Meski demikian, tantangan konektivitas belum sepenuhnya selesai. Sekolah dengan jumlah siswa sekitar 450–500 orang disebut masih membutuhkan peningkatan kapasitas bandwidth agar seluruh siswa dapat mengikuti asesmen online secara bersamaan tanpa harus mengandalkan paket data pribadi.
Kebutuhan itu menjadi semakin penting karena internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan bagi sekolah. Kepala sekolah berharap kapasitas jaringan dapat ditingkatkan, terutama untuk mendukung asesmen berbasis komputer yang membutuhkan koneksi stabil dan digunakan banyak siswa secara bersamaan.
Di Flores Timur, pemerintah daerah menyebut sekitar 95% desa telah mendapatkan layanan internet, meski jumlah desa yang belum terlayani kembali meningkat setelah sejumlah BTS dihentikan pada 2026. Saat ini terdapat sekitar 12 desa yang kembali masuk kategori blank spot.
BAKTI juga mendorong optimalisasi jaringan melalui migrasi sejumlah titik layanan ke Satelit Republik Indonesia (Satria-1). Dari sekitar 262 titik akses internet di Flores Timur, baru 48 titik yang telah dimigrasikan sehingga peningkatan kapasitas jaringan masih menjadi pekerjaan lanjutan.

