Buka Akses Konektivitas Jutaan Warga, Meutya Hafid Ajak MyRepublic Garap Internet Murah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mendorong penyedia layanan internet MyRepublic untuk lebih agresif masuk ke pasar internet murah. Langkah ini dinilai penting guna membuka akses konektivitas tetap bagi jutaan keluarga yang belum terhubung akibat tingginya tarif layanan internet.
Meutya menegaskan bahwa pemerintah menargetkan percepatan jaringan tetap berbasis fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) sebagai fondasi pendidikan digital. “FTTH dan FWA tahun depan kita targetkan 30% rumah memiliki koneksi tetap. Ini penting karena untuk pendidikan dan UMKM kita memerlukan koneksi yang lebih secure dan stabil,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga
Superbank (SUPA) Gelar IPO Saham, Simak Penggunaan Dana dan Kebijakan Dividen Berikut
Pemerintah mencatat potensi besar pada segmen keluarga menengah ke bawah yang mencakup 34,5 juta rumah tangga, serta 2,8 juta rumah tangga berpendapatan rendah dengan belanja telekomunikasi Rp 17.000–Rp 180.000 per bulan. Kelompok ini memiliki kebutuhan internet tinggi namun terkendala daya beli.
Menurut Meutya, MyRepublic memiliki peluang besar untuk menggarap pasar tersebut dengan menawarkan paket internet berbiaya rendah. “Harga internet saat ini mahal sehingga banyak rumah tidak terhubung. Kalau harga dimurahkan, skalanya besar. Ini bukan hanya baik untuk masyarakat, tapi juga masuk akal untuk industri,” ungkapnya.
Dorongan pemerintah sejalan dengan langkah PT Eka Mas Republik yang baru-baru ini memenangi lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Regional 2 dan 3 senilai masing-masing Rp 300,89 miliar dan Rp 100,89 miliar. Kemenangan lelang ini membuka peluang ekspansi layanan ke lebih banyak wilayah.
Meutya menekankan bahwa percepatan konektivitas stabil dan pemerataan konten pendidikan digital merupakan strategi utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kebijakan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan digitalisasi pendidikan sebagai fondasi penguatan kompetensi generasi muda.
Baca Juga
Menkomdigi Dorong APJII Sediakan Internet Murah di Seluruh Wilayah Indonesia
“Dengan semangat arahan Bapak Presiden, Kemkomdigi menjadikan konektivitas dan konten digital pendidikan sebagai bagian dari upaya nasional meningkatkan SDM sejak usia anak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa akses internet yang aman dan stabil merupakan mandat regulasi, termasuk PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS yang menekankan ruang digital ramah anak.

