Hilirisasi Sawit Rakyat, Menkop Ferry Resmikan Pabrik CPO Milik KUD Sejahtera di Musi Banyuasin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Pabrik Kelapa Sawit (Crude Palm Oil/CPO) milik KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pada Rabu (12/8/2026). Peresmian ini diklaim sebagai langkah konkret mendorong hilirisasi kelapa sawit berbasis masyarakat terus diperkuat.
Ferry menegaskan pabrik CPO berbasis koperasi ini dirancang sebagai pilot project yang siap direplikasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia. Kehadiran pabrik ini sekaligus mengubah peran petani sawit yang selama ini hanya menjadi pemasok Tandan Buah Segar (TBS) bagi perusahaan skala besar.
"Alhamdulillah hari ini bisa hadir melihat langsung pabrik CPO yang dimiliki oleh KUD Sejahtera. Pabrik kelapa sawit ini akan menjadi contoh yang nanti kita replikasi di daerah lain," kata Ferry, dalam acara peresmian yang ditayangkan melalui kanal Youtube.
Ferry menambahkan, penguasaan fasilitas pengolahan oleh koperasi membuka jalan bagi penguatan rantai pasok hingga produk turunan, termasuk minyak goreng. Peluang hilirisasi ini kian terbuka seiring komitmen PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang mengelola lahan sawit hasil sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk dikerjasamakan dengan koperasi.
"Kalau semakin banyak koperasi yang punya pabrik, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa bangun *refinery* sehingga bisa memproduksi minyak goreng sendiri. Ke depan, sekitar 20 sampai 40 koperasi ditargetkan mendirikan pabrik pengolahan serupa," ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Ia menilai peresmian ini sebagai bukti kebangkitan koperasi sebagai instrumen utama pendorong ekonomi dari tingkat desa. Dudung menegaskan KSP berkomitmen mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor hilirisasi sawit rakyat.
"Ini harus betul-betul dikelola dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, terutama petani. Nilai kesejahteraan anggota harus semakin tinggi dan kemajuan koperasi semakin nyata," tegas Dudung.
Senada dengan KSP, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menyebut momentum ini sebagai peristiwa bersejarah bagi gerakan koperasi daerah. Menurutnya, KUD Sejahtera berhasil membuktikan bahwa koperasi mampu bersaing dan sejajar dengan badan usaha swasta maupun BUMN.
Dari sisi operasional, Ketua KUD Sejahtera Tamrin memaparkan bahwa pabrik pengolahan tersebut kini memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton per jam, meningkat dari kapasitas awal sebesar 30 ton per jam. Seluruh pasokan TBS bersumber dari petani sawit lokal dan anggota koperasi.
"Terkait harga TBS yang diterima petani, mekanismenya telah ditetapkan di awal. Dengan begitu, ada kepastian harga jual yang melindungi pendapatan para petani," jelas Tamrin.
Agenda peresmian tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Anggota DPR RI Ratu Tenny Leriva, serta jajaran Forkopimda Sumatra Selatan.

