Progres Pipa Gas Dusem Tembus 37,49%, Pemerintah Kejar Target Rampung 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan progres fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) segmen 1 telah mencapai 37,494% hingga akhir Juli 2026. Capaian ini telah melampaui target awal pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.
Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan mengatakan, percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
"Program swasembada energi merupakan amanat Presiden untuk menopang perekonomian masyarakat. Kunci proyek nasional ini adalah tidak boleh mangkrak, tepat waktu, tepat biaya, serta terhindar dari kebocoran anggaran maupun potensi korupsi," ujar Yudhiawan saat meninjau langsung progres pembangunan Dusem segmen 1, dikutip Senin (10/8/2026).
Baca Juga
Progres Pipa Gas Dusem Capai 32%, Pemerintah Percepat Integrasi Jaringan Gas Sumatera
Menurutnya, Inspektorat Jenderal ESDM akan terus memberikan pendampingan dan penjaminan agar pembangunan proyek berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas dan keselamatan kerja yang terjaga.
"Kami dari Inspektorat Jenderal akan terus melakukan pendampingan dan penjaminan agar proyek berjalan bersih dari penyimpangan," kata dia.
Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem dirancang membentang sekitar 535,4 kilometer, dari Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2027 hingga awal 2028 dan dibangun dalam dua segmen yang dikerjakan secara paralel.
Segmen 1 menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu dengan panjang sekitar 268,7 kilometer. Pembangunan segmen ini dikerjakan konsorsium KSO Wijaya Karya–Nindya Karya, dengan pengawasan manajemen konstruksi oleh KSO Surveyor Indonesia–PT Tata Guna Patria serta melibatkan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memitigasi risiko teknis.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi antarinstansi untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, terutama terkait lahan dan perizinan.
"Struktur tim pelaksana proyek dibentuk sangat lengkap, mulai PPK, konsultan manajemen konstruksi, akademisi ITB, hingga tim kontraktor KSO WIKA–Nindya," ucap Agung.
Baca Juga
Progres Pipa Gas Dusem Capai 32%, Pemerintah Percepat Integrasi Jaringan Gas Sumatra
Dia menambahkan, sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak terkait segera difinalisasi untuk mempercepat pekerjaan di lapangan. Di antaranya kerja sama dengan PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) dan pengelola Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera).
"Terkait kendala lahan dan perizinan lintas instansi, hari ini segera kami finalisasi perjanjian kerja sama (PKS), seperti dengan pihak PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) dan Belmera sehingga besok tim sudah bisa langsung bekerja penuh di lapangan," jelasnya.
Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan durasi pelaksanaan ditetapkan selama 22 bulan. Proyek ini juga menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60,9%.

