Ditjen Migas Temui Pemda dan 'Stakeholder' Bahas Pembangunan Pipa Gas Dusem
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong program diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi dalam negeri, yang salah satunya melalui pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai-Sei Mangkei (Dusem).
Dalam rangka memastikan kesiapan dan perizinan pembangunan serta pengoperasian pipa Dusem, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM menyelenggarakan focus group discussion (FGD) perizinan pada pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai-Sei Mangkei bersama para pemangku kepentingan.
FGD ini bertujuan mempertemukan para pemangku kepentingan baik dari badan usaha, akademisi, dan pemerintah daerah guna memastikan kesiapan seluruh pihak, khususnya dalam perizinan untuk mendukung percepatan pembangunan dan pengoperasian pipa yang direncanakan segera dilaksanakan pada 2025 hingga 2027 mendatang.
Baca Juga
Mulai Jalan, Bahlil Resmikan Proyek Pipa Gas Bumi Transmisi Cirebon-Semarang Tahap II
Plt Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono menyampaikan, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran pembangunan pipa Dusem yang diperkirakan dimulai pada November 2025 ini.
“Proyek (Dusem) ini sebetulnya sudah didesain lama, tetapi baru bisa dieksekusi sekarang karena anggaran APBN untuk eksekusi ini baru fix diketok oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Agung, dikutip Senin (8/9/2025).
Dia menerangkan, rencana untuk eksekusi proyek ini adalah selama 25 bulan, tepatnya dari Oktober 2025 hingga November 2027. “Sebelum kontraktor pelaksana bertemu bapak/Ibu nanti, kami ingin mendahului mulai duluan koordinasi ke bapak/ibu, untuk dapat mulai mendiskusikan terkait kebutuhan perizinan apa saja yang diperlukan untuk kelancaran pembangunan proyek Dusem ini,” papar Agung.
Pembangunan pipa transmisi Dusem ini sejalan dengan visi pemerintah, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pemerataan pembangunan infrastruktur energi agar ketersediaan energi dapat diakses dan dinikmati semua pihak, dalam hal ini khususnya di wilayah Sumatera.
“Pembangunan pipa Dusem ini akan memberikan banyak manfaat, antara lain sebagai pemasok gas bumi untuk industri di wilayah yang dilalui jalur pipa, yaitu Labuhan Batu, Asahan dan Medan,” jelas dia.
Selain itu, kehadiran pipa transmisi gas Dusem ini juga untuk memenuhi kebutuhan gas di Kawasan Hijau Lhokseumawe, Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Sei Mangkei dan Kuala Tanjung, juga sebagai alternatif infrastruktur sebagai sumber pemasok kebutuhan gas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) serta mengintegrasikan jaringan transmisi eksisting ruas Arun-Belawan-Kawasan Industri Medan (KIM)-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Pembangunan pipa transmisi ruas Dusem merupakan bagian rencana interkoneksi pipa transmisi antara jaringan pipa transmisi Sumatra, Jawa bagian barat dengan jaringan pipa transmisi Jawa bagian timur sehingga dapat memperkuat rantai suplai pasokan gas bumi yang memadai dan dapat diakses masyarakat pada harga yang terjangkau secara berkelanjutan.
Baca Juga
Proyek Pipa Gas Bumi Transmisi Cisem Tahap II Sudah Jalan, Ini Target Pemerintah ke Depan
Pembangunan pipa transmisi ini akan dibangun dari Belawan sampai Duri sejauh 541,8 km, yang secara administrasi akan melintasi di dua provinsi, yaitu Sumatra Utara dan Riau, serta 11 kabupaten/kota di Sumatera.
Provinsi Sumatera Utara melintasi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Sedangkan Provinsi Riau melintasi Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis.

