Nikel Indonesia Bukan Cuma Tambang, Ini Misi Besarnya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Bidang Perizinan APNI Ense DC Solapung di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi agar Indonesia semakin maju serta mampu bersaing di tingkat global di tengah meningkatnya kebutuhan mineral kritis dunia.
"Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus bekerja, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Sesuai motto APNI, 'Negara Adi Daya, Masyarakat Sejahtera, Pengusaha Bahagia', kami berharap cita-cita tersebut benar-benar dapat terwujud bagi rakyat, bangsa, dan negara Indonesia yang kita cintai," ujar Ense DC Solapung yang juga direktur perusahaan tambang nikel.
Baca Juga
Investasi Hilirisasi Bauksit Melonjak 193%, Salip Nikel untuk Pertama Kali
Ense mengatakan sektor pertambangan, khususnya komoditas nikel, memiliki peran strategis dalam mendukung program hilirisasi nasional, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, dan transisi energi yang sedang berlangsung di berbagai negara.
Menurutnya, APNI terus mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri. Langkah tersebut mampu memperkuat investasi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan penerimaan negara melalui tata kelola pertambangan yang lebih baik.
Ense menjelaskan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat industri mineral kritis dunia apabila mampu membangun ekosistem pertambangan terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Untuk itu, hilirisasi tidak seharusnya berhenti pada pembangunan fasilitas pemurnian atau smelter, melainkan terus berkembang hingga menghasilkan produk manufaktur dan produk akhir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
"Indonesia memiliki cadangan mineral sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui industrialisasi, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing nasional," katanya.
Ia menilai keberhasilan hilirisasi akan menentukan posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral strategis yang menjadi bahan baku berbagai industri masa depan, termasuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi.
Selain mendorong hilirisasi, APNI memandang penyempurnaan tata niaga mineral menjadi langkah penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah implementasi formula terbaru Harga Patokan Mineral (HPM), yakni acuan harga resmi mineral yang digunakan sebagai dasar transaksi dan perhitungan kewajiban kepada negara.
Menurut APNI, penyempurnaan formula HPM perlu dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan perkembangan harga pasar global, kondisi industri nasional, serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Formula yang tepat diharapkan mampu memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus menjaga optimalisasi penerimaan negara.
Dorong Bursa Mineral Indonesia
APNI juga terus mendorong pembentukan Bursa Mineral Indonesia sebagai instrumen untuk memperkuat sistem perdagangan mineral nasional. Keberadaan bursa tersebut dapat menciptakan mekanisme pembentukan harga lebih transparan, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta memperkuat pengawasan transaksi. Selain itu, memberikan kepastian usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri pertambangan Indonesia.
Di sisi lain, APNI mendukung penguatan tata kelola mineral kritis dan mineral strategis sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia salah satu pemain utama dalam rantai pasok mineral dunia. Ense menilai regulasi yang adaptif, kepastian hukum, transparansi, serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri pertambangan yang berkelanjutan.
Baca Juga
Hilirisasi Nikel, Mesin yang Menggerakkan Masa Depan Kendaraan Listrik
Ia menambahkan pengembangan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), yakni standar pengelolaan perusahaan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta inovasi di sektor pertambangan perlu terus diperkuat agar industri mineral Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.
Ense menegaskan APNI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah melalui berbagai masukan yang konstruktif untuk mendukung terwujudnya tata kelola pertambangan yang modern, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
"Kami optimistis Indonesia mampu menjadi negara yang berdaulat dalam pengelolaan mineral, memiliki industri yang kuat, masyarakat yang semakin sejahtera, dan dunia usaha yang tumbuh sehat," ujar Ense.
