Gas Bumi Bukan Cuma Buat Masak, PGN (PGAS) Ungkap Potensi Besarnya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mendorong hilirisasi gas bumi untuk meningkatkan nilai tambah energi nasional sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri baru di dalam negeri. Langkah ini ditempuh sebagai bagian strategi memperluas pemanfaatan gas bumi yang selama ini masih didominasi sebagai bahan bakar.
Sebagai subholding gas dari PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menilai gas bumi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Upaya hilirisasi ini dipandang penting untuk memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Selama ini, umumnya gas bumi hanya digunakan sebagai bahan bakar. Padahal, gas bumi (CH4) dapat diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai, seperti methanol, etil-glikol, formic acid, hydrogen dan lain sebagainya. Bahkan, dapat dikembangkan menjadi etilen untuk bahan baku plastik, serta ammonia yang dapat diproses lagi menjadi urea dan nitric acid,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra dikutip dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga
Hadapi Tantangan 2026, PGN (PGAS) Perkuat Infrastruktur karena Kebutuhan Pelanggan Gas Naik 3%
Ia menjelaskan bahwa peningkatan nilai tambah gas bumi juga berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi hijau. Gas bumi dikenal sebagai salah satu energi fosil dengan tingkat emisi karbon terendah dibandingkan bahan bakar lainnya, sehingga berperan sebagai energi transisi menuju net zero emission 2060.
“Manfaat gas bumi yang lebih ramah lingkungan menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah. PGN menyiapkan tiga inisiatif utama untuk mendukung NZE sekaligus menggerakan ekonomi hijau. Program pertama adalah pemanfaatan BioCNG dari limbah kelapa sawit yang digasifikasi menjadi biogas. Kemudian pengembangan carbon capture storage, serta digitalisasi untuk efisiensi energi melalui jaringan,” jelas Mirza.
Selain itu, PGN juga menjajaki pengembangan hidrogen yang bersumber dari energi nonfosil ramah lingkungan. Menurut Mirza, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kebutuhan energi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. “PGN menginisiasi untuk pengembangan hidrogen dan mencoba memasarkan untuk menjadi bahan bakar masa depan,” ujar Mirza.
Di sisi lain, PGN tetap memperkuat ekosistem gas bumi nasional secara optimal dan berkelanjutan seiring dengan inisiasi hilirisasi. Fokus perusahaan mencakup optimalisasi pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, pembangunan infrastruktur di wilayah eksisting maupun wilayah baru untuk membuka permintaan baru, serta pengelolaan gas bumi yang terintegrasi agar terjangkau dan berkeadilan.
Baca Juga
Raindear Coffee Masak 800 Porsi Sehari, Energinya Ternyata dari PGN (PGAS)
Mirza menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan energi nasional. “PGN mendukung asta cita pemerintah yang fundamental untuk mendorong ketahanan dan swasembada energi nasional," kata dia.
Melalui hilirisasi gas bumi, PGN berharap nilai tambah energi nasional meningkat, industri dalam negeri semakin berkembang dan transisi energi berjalan lancar, sehingga Indonesia semakin mandiri dan siap menuju Indonesia Emas 2045.

