Damri Ajukan Pinjaman Rp 672 Miliar ke ADB untuk Pengadaan 99 Bus Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan Perum Damri mengajukan pinjaman senilai US$ 37,5 juta atau Rp 672,53 miliar (asumsi kurs Rp 17.934 per dolar AS) kepada Asian Development Bank (ADB) untuk mendukung pengadaan armada bus listrik dan pembangunan infrastruktur pengisian daya.
Koordinator Bidang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian PPN/Bappenas, Handhi Setiawan Adiputra mengatakan, usulan pinjaman tersebut masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian PPN/Bappenas, dan ADB.
Baca Juga
Damri Siap Ekspansi ke Arab Saudi dan Incar 1,5 Juta Jemaah Indonesia
"Nilainya sekitar US$ 37,5 juta. Itu memang kemarin mengusulkan kepada kami. Kami memberikan rekomendasi ke Kementerian Keuangan untuk dikeluarkan sebagai jaminan dari anggarannya pemerintah," kata Handhi dalam diskusi Transportasi Publik dan Transisi Energi yang diselenggarakan ITDP Indonesia di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengadaan 99 unit bus listrik kepada Transjakarta, serta pembangunan dua stasiun pengisian daya (chargingstation).
Menurut Handhi, skema pembiayaan dari ADB dinilai menarik karena merupakan bagian dari program energi bersih dan penurunan emisi. Pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga sekitar 1%-3%.
Baca Juga
RI Ditargetkan Punya 10.000 Bus Listrik pada 2030, Strateginya Bisa Tiru India
Ia menyebutkan, Damri menargetkan penyepakatan kontrak pinjaman pada 2027, yang kemudian akan diikuti proses penyediaan armada. "Untuk panjang periodenya kalau tidak salah 10 tahun, dengan umur bus tadi, untuk repayment-nya. Jadi cukup dengan bunga 1%-3%," ujar Handhi.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah mengoperasikan 500 unit bus listrik pada Jumat (24/4/2026) lalu. Upaya ini merupakan peta jalan besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam mewujudkan target elektrifikasi armada yang ambisius, yakni 50% dari total armada Transjakarta harus bertenaga listrik di 2027. Lebih lanjut, pada tahun 2030, seluruh armada Transjakarta harus mencapai 100% elektrifikasi atau setara 10.047 unit kendaraan listrik.

