Kembangkan Infrastruktur Bus Listrik, Perum DAMRI Kini Punya 35 'Charging Station'
JAKARTA, investortrust.id – Perum Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (DAMRI) terus mengembangkan infrastruktur pengisian daya bus listrik berteknologi canggih, memadai, dan teruji guna mendukung ekosistem kendaraan listrik, terutama di daerah Jakarta. BUMN itu kinimemiliki 35 stasiun pengisian daya listrik (charging station).
Head of Corporate Communication DAMRI, Atikah Abdullah mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari inisiatif DAMRI mendukung transisi energi bersih di Indonesia, terutama untuk penggunaan transportasi publik.
Baca Juga
DAMRI Hadirkan Angkutan Perintis di Medan, Cek Jadwal dan Tarifnya
"Saat ini DAMRI memiliki 35 charging station yang terletak di Depo DAMRI Klender sebanyak 9 unit dan Depo DAMRI Pupar Cakung sebanyak 26 unit," ungkap Atikah dalam keterangannya, Minggu (19/1/2025).
Fasilitas tersebut, menurut Atikah, mampu mengisi daya penuh satu unit bus listrik maksimal selama dua jam dengan kapasitas baterai bus listrik 350 kWh dan kapabilitas penggunaan pada unit maksimal 250 km.
“Upaya ini diharapkan turut mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik sesuai target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah pada 2060,” tutur dia.
Pada 2025, kata Atikah Abdullah, DAMRI memproyeksikan penambahan bus listrik sedikitnya 100 armada. Bus listrik diharapkan berdampak pada konsumsi energi yang lebih sedikit sehingga menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah.
Baca Juga
DAMRI Patok Harga Jakarta-Purwokerto Rp 150 Ribu per Orang, Ini Jadwalnya
“Upaya ini berpotensi menjadi solusi dekarbornisasi yang efektif dan memberikan dampak positif bagi perekonomian negara," jelas dia.
Atikah mengungkapkan, DAMRI telah mengoperasikan 106 unit bus listrik di koridor PT Transportasi Jakarta dengan 90 unit tipe high deck dan 26 unit tipe low deck.

