Gaji Dipotong Sepihak, Sopir Bus JR Connexion Damri Mogok Kerja
JAKARTA, investortrust.id - Bus Jakarta Residence Connexion (JR Connexion) atau Transjabodetabek yang dioperasikan oleh Perum Damri berhenti beroperasi pada Jumat (17/5/2024). Hal ini lantaran pramudi atau pengemudi JR Connexion mogok kerja.
Informasi tersebut disampaikan melalui pengumuman yang diterima oleh Investortrrust.id di grup komunikasi penumpang Transjabodetabek reguler Bekasi Timur-Monas pada Jumat (17/5/2024) petang.
“Layanan JR Connexion tidak beroperasi dikarenakan sedang ada musyawarah internal. Sekali lagi kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Baca Juga
Pengumuman tersebut juga menyisipkan gambar yang menampilkan aksi unjuk rasa para pengemudi di pool atau garasi Damri di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tampak dalam gambar pengemudi yang berunjuk rasa membawa lembaran karton bertuliskan “Kembalikan upah kami seperti semula”.
Sebagai catatan, pengemudi bus JR Connexion atau Transjabodetabek sebagian merupakan karyawan peralihan dari Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Seperti diketahui, pada Juni 2023 operator bus kota Jakarta itu resmi merger dengan Damri.
Damri mengoperasikan puluhan rute bus JR Connexion atau Transjabodetabek dari sejumlah titik di Jakarta menuju kota-kota penyangga seperti Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang. Bus tersebut beroperasi setiap hari kerja (Senin-Jumat) pada pagi dan sore hari untuk melayani para pelaju ibu kota.
Salah satu perwakilan pengemudi yang enggan disebutkan namanya mengaku uang makan senilai Rp 55.000/hari belum dibayarkan oleh perusahaan sejak bulan lalu. Selain itu, akan ada penyesuaian upah berdasarkan golongan yang dinilai merugikan para pengemudi.
“Uang gaji kami yang Rp 4,9 juta mau diusik juga. Kami hanya mempertahankan biar gaji kami enggak turun. (Gaji) ikutin golongan,” katanya ketika dihubungi Investortrust.id.
Baca Juga
Bus Jabodetabek Residence Connexion Dinilai Belum Maksimal, Cakupan Layanannya Baru 19,7%
Pengemudi tersebut tidak menjelaskan seperti apa penggolongan gaji yang dianggap merugikan itu. Dia hanya memberikan contoh upah yang akan diterima oleh pengemudi rute Bekasi Timur-Monas PP berkurang dari semula Rp 4,9 juta menjadi Rp 3,2 juta.
“Mau mereka (manajemen) rencanakan dengan mengumpulkan seluruh pramudi. Uang makan bulan ini yang Rp 55.000 per hari bulan ini kami tidak terima,” ujarnya.
Investortrust.id sudah mencoba menghubungi manajemen Damri, termasuk Presiden Direktur Damri, Setia N Milatia Moemin untuk mengonfirmasi mengenai aksi mogok para pengemudi JR Connexion. Namun, sampai berita ini diturunkan, Setia N Milatia Moemin belum merespons terkait aksi mogok kerja pengemudi JR Connexion atau Transjabodetabek Damri.

