PGE (PGEO) Kantongi Fasilitas US$ 75 Juta dari Bank Mizuho untuk Proyek Panas Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), perusahaan pengembang energi panas bumi yang merupakan bagian dari Subholding Power and New Renewable Energy Pertamina, memperoleh fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga US$ 75 juta dari PT Bank Mizuho Indonesia. Fasilitas tersebut memperkuat kapasitas pendanaan perusahaan untuk pengembangan proyek panas bumi serta percepatan transisi energi nasional.
Kesepakatan itu ditandai melalui penandatanganan trade facility agreement di Grha Pertamina, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026). Fasilitas diberikan tanpa agunan (clean basis), yang mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan Bank Mizuho Indonesia terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGE.
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis memperluas akses pendanaan sekaligus meningkatkan fleksibilitas pembiayaan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Baca Juga
100 Tahun Panas Bumi, PGE (PGEO) Bidik Kapasitas 1,8 GW pada 2034
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju net zero emission di Indonesia,” ujar Fransetya.
Kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia, yang merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang, semakin memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGE.
Sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia, PGE terus menerapkan strategi pendanaan yang sehat dan prudent guna menjaga keberlanjutan investasi pada proyek-proyek panas bumi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan daya saing di sektor energi baru dan terbarukan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan global, PGE menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt pada 2028. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1,8 gigawatt pada 2034 sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Fasilitas tersebut merupakan omnibus facility atau fasilitas pembiayaan tanpa komitmen yang mencakup bank garansi, standby letter of credit (SBLC), letter of credit (L/C) Impor, account payable financing (APF), serta revolving loan facility atau fasilitas pinjaman bergulir. Seluruh instrumen tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek panas bumi PGE.
Baca Juga
Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia Heru Gautama Hatman mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk komitmen bank dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan PGE.
“Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ungkapnya.
