100 Tahun Panas Bumi RI Berawal dari Sini, PGE (PGEO) Kamojang Tekan Emisi 1,22 Juta Ton per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Memperingati 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE menegaskan komitmennya menjadikan energi panas bumi sebagai penggerak transisi energi sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Berpusat di Kamojang, Kabupaten Bandung, perusahaan menunjukkan bahwa panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik rendah emisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian, lingkungan, dan kesejahteraan warga. Operasi Kamojang juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 1,22 juta ton karbon dioksida per tahun.
Baca Juga
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kunjungan PT Pertamina (Persero) bersama sejumlah media ke Area Kamojang pada Jumat (26/6/2026). Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan energi panas bumi secara langsung.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Kamojang memiliki arti penting dalam perjalanan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
"100 tahun lalu, potensi panas bumi Indonesia pertama kali ditemukan di Kamojang. Hari ini, kita melihat bagaimana sejarah tersebut berkembang tidak hanya menjadi sumber energi bersih yang andal, tetapi sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ujar Baron dikutip Minggu (28/6/2026).
Corporate Secretary PGE Muhammad Taufik mengatakan pemanfaatan langsung energi panas bumi membuktikan bahwa sumber energi tersebut mampu memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghasilkan listrik.
"100 tahun perjalanan panas bumi di Indonesia menunjukkan bahwa energi ini merupakan sumber daya yang berkelanjutan dan berasal dari potensi asli Indonesia," kata dia.
Kamojang merupakan wilayah panas bumi pertama di Indonesia yang dieksplorasi pada 1926. Pertamina kemudian memulai eksplorasi lanjutan pada 1974 sebelum PLTP Kamojang Unit I resmi beroperasi secara komersial pada 1983.
Baca Juga
Dua Sekuritas Kompak Rekomendasikan Beli PGEO, Target Harga Tembus Rp1.540
Saat ini, Wilayah Kerja Panas Bumi Kamojang dikelola oleh PGE dengan 5 unit PLTP yang memiliki total kapasitas terpasang 235 megawatt dari total kapasitas terpasang PGE sebesar 727 megawatt.
PLTP Kamojang kini memasok listrik bagi lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari sepanjang tahun tanpa bergantung pada sinar matahari, kondisi cuaca, maupun bahan bakar fosil. Hingga September 2025, pembangkit tersebut membukukan produksi listrik sebesar 1.326 gigawatt hour, tertinggi di antara seluruh wilayah kerja panas bumi yang dikelola PGE.
Operasi Kamojang juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 1,22 juta ton karbon dioksida per tahun. Kontribusi tersebut memperkuat upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
