PSO Kereta Jadi Andalan Jaga Mobilitas, Layani 90,79% Pelanggan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Skema kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO) dan kereta api (KA) perintis menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan tarif transportasi berbasis rel.
Sepanjang semester I/2026, sekitar 90,79% pelanggan KAI Group berada pada kelompok layanan yang menjalankan PSO, KA perintis, atau penugasan pemerintah.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran PSO untuk KAI sebesar Rp 5,68 triliun. Sementara itu, anggaran KA perintis mencapai sekitar Rp 330,69 miliar.
Subsidi di sektor perkeretaapian merupakan 5,7 kali lipat dari porsi alokasi pada sektor angkutan udara senilai Rp 1,04 triliun. Sementara dibandingkan sektor angkutan laut, anggaran subsidi kereta api 4,4 kali lipatnya dari sektor laut yakni sebesar Rp 1,34 triliun (angkutan penumpang plus tol laut). Lebih jauh, subsidi kereta api tercatat 6,1 kali lipat lebih tinggi dibandingkan sektor angkutan darat senilai Rp 957 miliar atau Rp 0,96 triliun.
Sepanjang Januari-Juni 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan atau naik 7,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 240,805 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 235,137 juta pelanggan berasal dari kelompok layanan yang menjalankan PSO, KA perintis, atau penugasan pemerintah.
Kelompok layanan tersebut meliputi KA jarak jauh dan lokal PSO, KAI Commuter, LRT Jabodebek, sebagian layanan KAI Bandara, LRT Sumatra Selatan, serta KA Makassar-Parepare.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan, dukungan pemerintah membantu menjaga layanan kereta api tetap menjangkau kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
"PSO membantu menjaga tarif sejumlah perjalanan tetap terjangkau, sedangkan KA perintis membuka dan mempertahankan akses transportasi di wilayah yang masih memerlukan dukungan Pemerintah. Kedua skema tersebut membantu masyarakat memperoleh pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhannya," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Pada layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, jumlah pelanggan KA PSO mencapai 9.541.158 orang selama semester I/2026 atau meningkat 8,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.827.887 pelanggan.
Dari jumlah tersebut, pelanggan KA jarak jauh PSO mencapai 5.958.724 orang atau naik 4,88% dibandingkan semester I/2025 sebanyak 5.681.340 pelanggan. Sementara pelanggan KA lokal PSO mencapai 3.582.434 orang atau meningkat 13,85% dari 3.146.547 pelanggan.
Menurut Anne, dukungan pemerintah memberikan ruang agar kebutuhan perjalanan masyarakat tetap dapat dilayani dengan tarif sesuai penugasan. "Keterjangkauan menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga
KAI Targetkan KRL 12 Gerbong Beroperasi di Rangkasbitung pada Kuartal I 2027
Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) melayani 204,151 juta pelanggan pada semester I/2026 atau naik 6,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 191,540 juta pelanggan. Angka tersebut merupakan total pelanggan KAI Commuter di berbagai wilayah dengan kombinasi layanan PSO dan komersial.
Di sisi lain, LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 22,84% menjadi 16,018 juta orang pada semester I/2026 dari sebelumnya 13,040 juta pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
"Tingginya penggunaan layanan perkotaan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal berkapasitas besar yang terintegrasi dan mudah dijangkau," tutur Anne.
Pada layanan kereta api (KA) bandara, kelompok layanan PSO melayani 3,048 juta pelanggan selama semester I/2026 atau meningkat 3,14% dibandingkan semester I/2025 sebanyak 2,955 juta pelanggan.
Jumlah tersebut terdiri dari 908.898 pelanggan KA Bandara Yogyakarta International Airport, 793.519 pelanggan KA Srilelawangsa relasi Medan-Kualanamu, dan 1,345 juta pelanggan KA Srilelawangsa relasi Medan-Kuala Bingai. Sementara itu, KA Bandara YIA Xpress yang beroperasi secara komersial melayani 434.765 pelanggan pada semester I/2026.
Melalui skema KA perintis, LRT Sumatra Selatan melayani 2.206.496 pelanggan sepanjang Januari-Juni 2026. Adapun KA Makassar-Parepare melayani 172.011 pelanggan pada periode yang sama. Secara keseluruhan, kedua layanan tersebut melayani 2.378.507 pelanggan pada semester I/2026.
Baca Juga
KAI Ungkap 88% Kecelakaan Perlintasan Kereta Akibat Kendaraan Terobos Rel
Anne menyampaikan, penyelenggaraan transportasi publik membutuhkan kolaborasi pemerintah, regulator, operator, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
"Dukungan pemerintah melalui PSO dan KA perintis membantu menjaga kereta api tetap hadir sebagai pilihan transportasi yang terjangkau, aman, dan andal. KAI menyampaikan apresiasi atas kebijakan serta kolaborasi yang menjaga akses perjalanan masyarakat di berbagai wilayah," pungkasnya.
