Rosan Ungkap Skema Penyelesaian Polemik Whoosh, Sebagian Gunakan APBN Lewat PSO
JAKARTA, investortrust.id - CEO Danantara, Rosan Roeslani mengungkap skema restrukturisasi pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Rosan menyatakan, sebagian beban Whoosh akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui public service obligation (PSO).
“Tadi sudah koordinasi. Ke depan, mengenai Whoosh ini ada porsi yang memang public service obligation-nya akan ditanggung pemerintah," kata Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2025).
Kereta cepat Whoosh selama ini tidak mendapat PSO atau subsidi dari pemerintah. Sementara itu, untuk sarana dan operasional Whoosh, Rosan mengatakan, akan dijalankan oleh BUMN atau badan usaha lainnya.
"Juga ada yang sarana serta operasionalnya akan ditanggung bersama-sama,” kata Menteri Investasi/ BKPM itu.
Ditekankan, skema PSO atau kewajiban saat ini masih terus dimatangkan. Rosan memastikan pemerintah bakal bertanggung jawab terhadap transportasi umum, termasuk Whoosh sesuai amanat undang-undang. Terutama dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan transportasi massal.
“Ini sedang kita matangkan, tetapi tadi disampaikan bahwa pemerintah pasti hadir. Untuk prasarana dan transportasi massal itu memang tanggung jawab pemerintah. Namun untuk sarananya dan operasionalnya bisa dijalankan oleh BUMN atau badan usaha lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan akan bertanggungjawab atas polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Kepala Negara menekankan, pemerintah akan membayar utang Whoosh senilai Rp 1,2 triliun per tahun.
"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun," kata Prabowo seusai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga
Prabowo meminta semua pihak tidak hanya menghitung untung dan rugi kereta cepat Jakarta-Bandung. Yang terpenting, katanya, kehadiran kereta cepat bermanfaat bagi masyarakat karena mengurangi kemacetan dan polusi serta mempercepat perjalanan.
"Manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung," katanya.
Selain itu, Prabowo mengatakan, kehadiran kereta cepat Whoosh membuat Indonesia menguasai teknologi. Proyek kereta cepat juga menjadi simbol persahabatan Indonesia dan China.
"Sudahlah, Presiden RI ambil alih tanggung jawab. Kita kuat, uang kita ada, duit yang dikorupsi hemat," katanya.
Baca Juga
Rosan Sebut Negosiasi Utang Whoosh dengan China Masih Berjalan
Dalam sambutannya, Prabowo meminta PT KAI dan masyarakat tidak khawatir dengan masalah Whoosh. Kepala Negara memastikan akan bertanggung jawab menyelesaikan persoalan Whoosh.
"Tidak usah khawatir ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya," kata Prabowo.

