Bendungan Cibeet dan Cijurey Dibidik Rampung 2027, Intip Progresnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menargetkan pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor dapat rampung lebih cepat pada akhir 2027 dari target semula 2028. Saat ini, progres pembebasan lahan Bendungan Cibeet disebut telah mencapai hampir 100%, sementara Bendungan Cijurey masih dalam proses.
"Pembebasan lahan Bendungan Cibeet itu sudah di 99%, hampir 100%. Yang masih berproses itu Cijurey," ungkap Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat ditemui di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026) malam.
Rudy menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membentuk tim untuk mempercepat penyelesaian pembangunan kedua bendungan tersebut.
"Dan tentunya kita, Pemerintah Kabupaten Bogor, kemarin beserta BBWS dan Kementerian PU, membentuk tim untuk membantu, mempercepat, sama-sama menyelesaikan," jelasnya.
Menurut Rudy, pembangunan Bendungan Cijurey memang masih berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Ia menyebut target penyelesaian proyek tersebut semula dipatok hingga 2028, namun pemerintah berharap penyelesaiannya dapat dipercepat menjadi akhir 2027.
"Timeline-nya akan dituntaskan sampai dengan tahun 2028. Jadi per tahun, tahapannya sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, 2026-2027, yang tadinya akan selesai di 2028, kita berharap bisa maju di akhir tahun 2027," ujarnya.
Baca Juga
Resmikan 5 Bendungan, Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Sebelumnya, BBWS Citarum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar ekspose progres pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey pada 17 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, BBWS Citarum menyampaikan tiga fokus utama percepatan pembangunan, yakni pembebasan lahan, relokasi fasilitas umum, serta penanganan infrastruktur terdampak seperti ruas jalan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting agar konstruksi kedua bendungan dapat berjalan sesuai target.
Sebagai tindak lanjut, tim koordinasi percepatan BBWS Citarum bersama Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan survei terhadap ruas jalan yang terdampak pembangunan. BBWS Citarum juga terus mendampingi proses pembebasan lahan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Bendungan Cibeet dan Cijurey diproyeksikan memiliki sejumlah manfaat, antara lain pengendalian banjir dengan potensi pengurangan risiko banjir hingga 80%, penyediaan air baku, serta peningkatan layanan irigasi pertanian.
Bendungan Cijurey diperkirakan mampu menyediakan air baku sebesar 0,71 meter kubik per detik dan mengairi lahan pertanian seluas 2.407 hektare (ha). Sementara Bendungan Cibeet diproyeksikan menyediakan air baku sebesar 3,77 meter kubik per detik serta mengairi area pertanian seluas 8.837 ha.
Kedua bendungan juga ditargetkan meningkatkan indeks pertanaman. Bendungan Cijurey diperkirakan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 180% menjadi 265%, sedangkan Bendungan Cibeet berpotensi meningkatkan indeks pertanaman di daerah irigasi baru dari 0% menjadi 300%.
Selain itu, kedua bendungan juga berpotensi menjadi sumber suplai energi listrik. Bendungan Cibeet diproyeksikan dapat menyuplai 0,25 megawatt (MW) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Sedangkan Bendungan Cijurey memiliki potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 10 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 1 MW.
