Proyek Tol Getaci Minim Peminat, Anggaran Dialihkan ke Bendungan Cibeet dan Cijurey
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan kelanjutan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) masih belum menarik minat investor. Pemerintah pun mempertimbangkan pengalihan dukungan anggaran ke proyek bendungan.
Dody menyebut, rendahnya minat terhadap proyek tersebut umumnya disebabkan oleh proyeksi trafik yang dinilai kurang menarik. Dalam kondisi tersebut, pemerintah biasanya memberikan dukungan pendanaan agar proyek tetap layak secara finansial.
“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena trafiknya kurang. Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in (anggarkan dukungan konstruksi), dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in-nya pemerintah akhirnya dipinggirkan,” kata Dody dalam media gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Dia menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan penggunaan anggaran untuk mempercepat pembangunan bendungan dibandingkan memberikan dukungan pada proyek tol tersebut. Salah satunya adalah percepatan konstruksi Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey guna mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi.
“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci atau kita percepat (konstruksi) Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya,” tutur Dody.
Dody menargetkan pembangunan kedua bendungan tersebut dapat rampung secara bertahap mulai 2027 hingga 2028. Ia menyebut percepatan diperlukan untuk mengantisipasi potensi banjir di kawasan tersebut.
“Saya sih berharap bisa selesai paling nggak 2027-2028 ya. Karena dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu nggak segera diselesaikan saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi. Jadi paling nggak selesai 2027 dan sisanya 2028,” tandas dia.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra sebelumnya mengonfirmasi bahwa proyek Jalan Tol Getaci kini memasuki tahap penyiapan baru melalui fasilitas pengembangan proyek project development facilities (PDF).
Dia menjelaskan, proses krusial tersebut dijadwalkan mulai dieksekusi pada kuartal II-2026. Adapun, skema PDF dijalankan dalam rangka memastikan dokumen teknis dan finansial proyek lebih matang sebelum kembali ditawarkan kepada investor. Mengingat, proyek Tol Getaci sempat beberapa kali gagal mendapat investor.
"Untuk rencana proyek jalan tol Gedebage — Tasikmalaya, saat ini sedang dalam tahap penyiapan, di mana penyiapannya dilaksanakan melalui fasilitas pengembangan proyek (PDF) dari Kementerian Keuangan yang ditargetkan dapat dimulai pada triwulan II tahun 2026,” kata Rachman Arief kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, kata Rachman, Kementerian Keuangan telah memberikan penugasan khusus kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebagai pelaksana teknis PDF.
Di sisi lain, PT PP Tbk (PTPP) mengungkapkan bahwa progres proyek pembangunan Bendungan Cibeet Paket II sudah sebesar 12,62% per Juli 2025.
Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang digarap melalui kerja sama operasi PTPP dengan MARFRI dan DMT.
Proyek yang terletak di Jawa Barat itu bernilai Rp 1,81 triliun dan ditargetkan selesai dalam 1.860 hari kalender. Waktu pengerjaannya mulai dari 4 September 2023 hingga 6 Oktober 2023.
Bendungan ini memiliki luas lahan sekitar 1.700,26 hektare (ha) dengan total nilai kontrak Rp 5,5 triliun. Lebih lanjut, Bendungan Cibeet dirancang dengan luas genangan 735,61 ha serta kapasitas tampung 97,53 juta meter kubik.
Sementara itu, Bendungan Cijurey yang berlokasi di Kecamatan Cariu, Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat telah menunjukkan progres fisik 30,30% per Juni 2025, dengan progres keuangan sebesar 20,39% terhadap rencana multi years contract (MYC).
Adapun luas genangan bendungan ini mencapai 56,15 ha dan kapasitas tampungan mencapai 14,37 juta meter kubik. Setelah resmi beroperasi, Bendungan Cijurey akan memasok air irigasi untuk Daerah Irigasi Cihoe-Cikumpeni seluas 1.486 ha dan DI Ciomas-Pasang Bedil seluas 60 ha serta dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 180% menjadi 265%, dan berpotensi menambah Daerah Irigasi Baru seluas 501 ha.

