PU Optimistis Proyek Tol Getaci Rampung pada 2028 Seusai Dapat Suntikan Kemenkeu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) mendapat dukungan Project Development Facility (PDF) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mempercepat penyiapan proyek strategis nasional (PSN) ini.
Dengan dukungan tersebut, Kementerian PU optimistis proses persiapan hingga tahap penyelesaian konstruksi Tol Getaci dapat selesai pada 2028 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati menyatakan, saat ini pihaknya tengah memperbarui studi kelayakan (feasibilitystudy/FS) dan melengkapi berbagai dokumen persiapan proyek setelah kerja sama proyek sebelumnya berakhir.
"Untuk saat ini progres yang kami sedang siapkan adalah untuk mengupdate kembali, mereview kembali dokumen studi kelayakannya atau FS-nya sampai dengan nanti semua proyek kesiapannya, readinesscriteria-nya, FS, Amdal (analisi mengenai dampak lingkungan), izin lingkungan, andalalin, DPPT itu sedang kami siapkan," jelas Komang saat media briefing di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Komang juga menerangkan, proyek Tol Getaci memperoleh dukungan PDF dari Kementerian Keuangan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.
Baca Juga
Pemerintah Bakal Pungut Pajak Jalan Tol, Purbaya: Saya Akan Cek
"Kebetulan yang Getaci ini alhamdulillah-nya mendapat semacam bantuan Project Development Facility dari Kementerian Keuangan. Nanti Kementerian Keuangan yang akan menugaskan kepada BUMN di bawahnya (PT SMI) untuk melaksanakan penyiapan dokumen-dokumen atau penyiapan projek tadi," tutur Komang.
Ia mengatakan, fasilitas PDF tersebut diharapkan mendampingi proyek sejak tahap penyiapan hingga proses transaksi atau pelelangan. "Nah, harapannya fasilitas PDF ini diberikan dari tahap penyiapan sampai tahap transaksi atau tahap lelangnya. Nah, ini diperkirakan kurang lebih akan memerlukan waktu dua tahun (selesai proyeknya). Itu yang untuk progres Getaci," sambung dia.
Dengan target penyelesaian dokumen dan pelelangan dalam dua tahun ke depan, proyek Tol Getaci berpotensi memasuki tahap pembangunan pada 2028. Pemerintah berharap setelah seluruh dokumen penyiapan selesai, proyek dapat segera dilelang (tender) kembali kepada badan usaha (privatesector).
"Harapannya kalau semua dokumen penyiapan ini sudah siap, kita berharap ini segera dapat dilakukan pelelangan untuk pengusahaannya," tandas Komang.
Panjang total Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) tetap dirancang sepanjang 206,65 km dengan kebutuhan investasi sebesar Rp 56,2 triliun. Namun, seusai dievaluasi ulang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), prioritas pembangunan konstruksi tahap awal hanya sampai Ciamis dengan panjang mencapai 108,30 km dan total investasi Rp 37,64 triliun.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap kelanjutan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) masih belum menarik minat investor. Pemerintah pun mempertimbangkan pengalihan dukungan anggaran ke proyek bendungan.
Dody menyebut, rendahnya minat terhadap proyek tersebut umumnya disebabkan oleh proyeksi trafik yang dinilai kurang menarik. Dalam kondisi tersebut, pemerintah biasanya memberikan dukungan pendanaan agar proyek tetap layak secara finansial.
“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu enggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena trafiknya kurang. Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in (anggarkan dukungan konstruksi), dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in-nya pemerintah akhirnya dipinggirkan,” kata Dody dalam media gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026) lalu.
Baca Juga
Soal PPN Jasa Jalan Tol, Purbaya Sebut Tak Ada Penerapan Pajak Baru Sebelum Perekonomian Membaik
Ia menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan penggunaan anggaran untuk mempercepat pembangunan bendungan dibandingkan memberikan dukungan pada proyek tol tersebut. Salah satunya adalah percepatan konstruksi Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey guna mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi.
“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci atau kita percepat (konstruksi) Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya,” tutur Dody.
Dody menargetkan, pembangunan kedua bendungan tersebut dapat rampung secara bertahap mulai 2027 hingga 2028. Menurut dia, percepatan diperlukan untuk mengantisipasi potensi banjir di kawasan tersebut.

