Telan Biaya Rp 200 Miliar, 'Extended Concourse' Bundaran HI Dibidik Rampung Mei 2027
JAKARTA, investortrust.id - PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), anak usaha PT MRT Jakarta (Perseroda), mengungkapkan bahwa pembangunan extended concourse Stasiun MRT Bundaran HI menelan anggaran sebesar Rp 200 miliar dan dibidik rampung pada Mei 2027.
Direktur Utama PT ITJ, Yulham Ferdiansyah Roestam menyatakan, extended concourse dibangun untuk memperluas area layanan Stasiun MRT Bundaran HI seluas 4.439 meter persegi.
"Selamat datang di area extended concourse, proyek yang diinisiasi oleh MRT Jakarta melalui anak usahanya PT Integrasi Transit Jakarta untuk memperluas area layanan dari Stasiun Bundaran HI seluas 4.439 meter persegi," kata Ferdiansyah saat sesi MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga
Telan Investasi Rp 25,3 Triliun, Progres MRT Bundaran HI-Kota Capai 63%
Area tersebut berada tepat di bawah Halte Transjakarta Bundaran HI dan akan terhubung langsung dengan Stasiun MRT Bundaran HI.
Menurut Ferdiansyah, terdapat dua akses baru dalam area tersebut. Akses barat akan terhubung langsung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt, sedangkan akses timur terhubung dengan Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.
Area extended concourse juga disiapkan sebagai area multifungsi dan retail untuk mendukung mobilitas serta berbagai kegiatan. Fasilitas tersebut diproyeksikan mendukung peningkatan jumlah penumpang Stasiun Bundaran HI hingga 6.000 orang atau riders seiring dengan perpanjangan rute MRT dari Bundaran HI menuju Stasiun Thamrin dan Monas, hingga Stasiun Kota.
Di dalam area tersebut juga disiapkan interkoneksi yang dapat tersambung melalui knock down panel ke Basement 1 Plaza Indonesia dan Basement 1 Wisma Nusantara.
Baca Juga
Hak Penamaan Stasiun MRT Benhil dan Haji Nawi Mulai Dilirik, Siapa Peminatnya?
"Direncakan selesai (extended concourse Stasiun MRT Bundaran HI) di bulan Mei 2027 untuk diresmikan Pak Gubernur (Pramono Anung) di posisi bulan Juni 2027 menyambut Jakarta lima abad," jelas Ferdiansyah.
Ia juga memaparkan, progres pembangunan extended concourse hingga Juli 2026 telah mencapai 21,46%. Pada Agustus 2026, ITJ menargetkan progres pembangunan meningkat menjadi 24,80%.
Dikatakan Ferdiansyah, pembangunan extended concourse Bundaran HI menggunakan kontribusi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dengan nilai total Rp 200 miliar termasuk pajak.
Dari total biaya tersebut, lanjutnya, sekitar Rp 150 miliar digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Sementara sisanya dialokasikan untuk konsultan perencana dan pengawas.
Sebelumnya, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, fasilitas extended concourse Stasiun Bundaran HI ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta.
"Di tahun depan juga di bulan Juni 2027, pas lima abad (HUT DKI Jakarta), yaitu peresmian terkait operasionalisasi extended concourse yang ada di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Sehingga pedestrian untuk orang di bawah tanah itu makin luas, khususnya untuk Stasiun Bundaran Hotel Indonesia," kata Tuhiyat dalam forum jurnalis di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud sebelumnya mengungkapkan progres realisasi fisik proyek extended concourse Bundaran HI telah mencapai 7,83%, sedikit di atas target rencana sebesar 7,69%.
"Di extended concourse Bundaran HI, saat ini progres dari realisasi fisik sudah mencapai 7,83% dari rencananya di 7,69%. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sinyal yang positif bagaimana pekerjaan ini nanti bisa selesai di pertengahan 2027 menyambut (HUT) Jakarta 5 abad itu," tutur Farchad.

