Kemenkomdigi Ungkap Dua Jurus Agar Nilai Ekonomi Digital Tak Lari ke Luar Negeri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyiapkan dua strategi nasional. Tujuannya agar nilai ekonomi digital tetap dinikmati Indonesia.
Dirjen Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah menyebut, strategi pertama adalah Value Retention. Pemerintah ingin nilai digital tetap tinggal di Indonesia.
"Ekonomi digital harus tumbuh cepat. Namun, nilai ekonominya juga harus bertahan di dalam negeri," kata Edwin dalam acara Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (14/6/2026).
Edwin menilai transaksi digital yang besar belum tentu memberi manfaat maksimal. Apalagi nilai tambahnya bisa saja mengalir ke luar negeri.
"Ekonomi digital yang besar belum tentu memberi manfaat besar. Itu terjadi jika nilai tambahnya lebih banyak keluar negeri," ujarnya.
Strategi kedua adalah menciptakan spillover ke ekonomi riil. Digitalisasi harus mendorong produktivitas sektor usaha.
"Keberhasilan sejati adalah saat teknologi menaikkan produktivitas. Teknologi juga harus memperkuat UMKM, layanan kesehatan, pendidikan, dan industri," katanya.
Edwin menegaskan transformasi digital harus menjadi pengungkit ekonomi. Manfaatnya harus dirasakan luas oleh masyarakat.
"Digitalisasi bukan tujuan akhir. Digital adalah pengungkit bagi seluruh sektor ekonomi," ucapnya.
Ia juga menyoroti distribusi nilai yang belum seimbang. Fondasi digital dinilai belum mendapat manfaat yang layak.
"Yang paling banyak menikmati manfaat justru bukan pembangun fondasi. Ini adalah distribusi nilai yang tidak adil," jelasnya.
Menurut Edwin, dua strategi itu butuh kepercayaan dari semua pihak. Di sisi lain, pemerintaj juga tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola AI yang akan dirampungkan tahun ini.
