Prabowo Singgung soal Kebocoran Anggaran, Fadli Zon Sebut Uang Ekspor Banyak Lari ke Luar Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Prabowo Subianto telah resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) 2024-2029. Dalam pidato perdananya, Prabowo menyebut bahwa banyak terjadi kebocoran anggaran yang pada akhirnya menyebabkan kerugian bagi rakyat Indonesia.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, salah satu kebocoran yang dimaksud oleh Prabowo itu terjadi di sektor ekspor. Sebab, uang hasil ekspor banyak yang dilarikan ke bank di luar negeri.
“Kalau ada ekspor dari negara kita, hasil dari ekstraksi sumber daya alam kita misalnya, harusnya uang hasil ekspor itu masuk di dalam bank dalam negeri. Tapi selama ini, banyak eksportir kita tidak menaruh uangnya di dalam negeri kita. Itu satu contoh kecil saja,” kata Fadli Zon di komplek gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2024).
Baca Juga
Prabowo: Semua Jangan Tutup Mata dengan Permasalahan di Tanah Air
Fadli Zon meyakini bahwa ke depan Prabowo juga memiliki komitmen untuk membentuk pemerintahan yang bersih dan efisien agar tidak terjadi lagi kebocoran-kebocoran anggaran.
Selain menyinggung soal kebocoran, Prabowo dalam pidatonya juga membahas mengenai swasembada pangan dan swasembada energi. Fadli Zon pun menerangkan bahwa dua hal tersebut telah menjadi cita-cita Prabowo sejak lama.
“Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu sebetulnya cita-cita beliau dari dulu, swasembada pangan, swasembada energi. Karena ini adalah hal yang sangat pokok bagi sebuah negara yang merdeka. Bangsa yang merdeka itu harus bisa memenuhi pangan dan energinya sendiri,” ujar Fadli Zon.
Baca Juga
Prabowo Optimistis Indonesia bisa Hadapi Berbagai Tantangan Global ke Depan
Fadli Zon sendiri merupakan salah satu pengikut setia Prabowo. Mereka bersama-sama mendirikan Partai Gerindra di tahun 2008. Maka dari itu, ketika kini pada akhirnya Prabowo menjadi Presiden RI, Fadli Zon merasa sangat terharu.
“Saya sebagai kader Gerindra sangat senang sekali Pak Prabowo akhirnya memenangkan kontestasi ini. Saya kenal beliau lebih dari 30 tahun, dan beliau memilih jalan demokrasi. Dan setelah berkali-kali berkompetisi di ajang demokrasi akhirnya memenangkan mandat dari rakyat dan menjadi Presiden RI hari ini,” ucap dia.

