Prabowo Heran Dikritik Sering ke Luar Negeri: Pak Jokowi Jarang ke Luar Negeri Disalahkan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kritik yang menganggapnya sering lawatan ke luar negeri. Menurutnya, seorang presiden tak pernah lepas dari kritik.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya saat pembukaan Munas Hipmi di Lampung, Rabu (10/6/2026).
Prabowo mencontohkan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pernah menjadi sasaran kritik karena jarang kunjungan kenegaraan ke luar negeri. Sementara dirinya justru dikritik karena dianggap sering ke luar negeri.
"Jadi ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan. 'Jokowi enggak pernah ke luar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri.' Saya sering ke luar negeri, 'Prabowo sering ke luar negeri'," kata Prabowo.
Baca Juga
Di Munas Hipmi, Prabowo Tegaskan Tak Ada Bangsa Maju Tanpa Nasionalisme
Prabowo menilai kunjungannya ke luar negeri merupakan hal yang wajar. Hal ini mengingat ketegangan geopolitik yang terjadi sekarang ini mengharuskannya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai negara.
"Aneh. Sebenarnya tidak ada masalah begitu, benar enggak? Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa," katanya.
Kepala Negara mengatakan, langkah yang dilakukanya merupakan wujud dari politik luar negeri bebas-aktif dan non-blok yang diwariskan para pendiri bangsa. Indonesia bersahabat dengan semua negara, dan tidak ingin terlibat dengan pakta militer mana pun.
"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik non-blok, politik bebas aktif, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," katanya.
Baca Juga
Momen Prabowo Sapa Bayi dan Doakan Nenek di RSUD KH Muhammad Thohir Krui
Dengan tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, Prabowo mengatakan diterima dengan baik oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump. Untuk itu, Prabowo tak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya. Prabowo meyakini tindakan yang dilakukannya semata untuk bangsa dan rakyat Indonesia.
"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan, tetapi enggak ada masalah. Saudara-saudara noise selalu ada, yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," tegasnya.

