Kemenekraf Dorong Perbaikan Penghitungan Ekspor Gim dan Aplikasi Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong perbaikan metode penghitungan ekspor produk digital, termasuk gim dan aplikasi agar kontribusinya terhadap perekonomian nasional dapat tercatat lebih akurat. Langkah ini dianggap penting karena nilai ekonomi sektor digital terus meningkat setiap tahun.
Deputi Bidang Kreativitas Digital & Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan, kontribusi produk digital saat ini belum sepenuhnya tercermin dalam data resmi. Sebab, metode penghitungan ekspor masih didominasi oleh produk fisik.
“Produk digital ini belum bisa dihitung. Kami sedang meng-approach baik BPS maupun Bank Indonesia untuk bagaimana caranya kita mulai bisa menghitung produk-produk yang sifatnya digital,” ujar Neil dalam forum diskusi bersama Coda di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga
Menekraf Dorong Industri Gim Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif
Menurut dia, kondisi tersebut membuat kontribusi subsektor gim dan aplikasi digital terhadap perekonomian nasional belum tergambar secara optimal. Padahal, sektor tersebut terus berkembang dan memiliki potensi ekspor yang besar.
Neil menjelaskan nilai ekonomi kreatif Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari US$ 27 miliar. Namun kontribusi produk digital komersial masih terlihat kecil dalam statistik nasional.
“Selama ini yang dihitung oleh BPS terhadap sektor ekonomi kreatif itu yang berupa barang yang lewat pelabuhan atau bandara udara. Sedangkan yang digital ini belum bisa dihitung,” katanya.
Selain persoalan data, Neil juga menilai investasi di sektor gim masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Saat ini, sebagian besar investasi masih berasal dari publisher yang mendanai pengembangan produk lokal.
Menurut dia, sejumlah pengembang Indonesia sudah mulai menarik perhatian investor dan publisher global. Hal itu menunjukkan kualitas produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional.
Baca Juga
Wamenekraf Sebut Industri Gim Indonesia Punya Pasar Besar di Luar Negeri
“Banyak investasinya lebih kepada publisher yang menginvestasi produk-produk gim Indonesia. Bahkan ada yang dalam beberapa hari investasinya sudah kembali,” ujar Neil.
Kemenekraf berharap pembenahan sistem pengukuran dapat memberikan gambaran ekonomi digital yang lebih utuh. Data yang lebih akurat dinilai penting untuk mendukung kebijakan, investasi, dan pengembangan industri kreatif nasional.
