Kemenekraf dan EVOS Esports Kolaborasi Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka peluang kolaborasi strategis dengan organisasi esports nasional, EVOS Esports. Sinergi ini diharapkan tidak hanya mendongkrak prestasi atlet gim di level dunia, tetapi juga memperkuat pengembang gim lokal agar mampu bersaing di pasar global.
Menteri Ekraf (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut, kerja sama dengan EVOS akan menjadi langkah penting membangun regenerasi ekosistem esports nasional. “Kami percaya kemampuan dan pengalaman tim ini sudah terbukti dengan jam terbang tinggi di kancah internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/11/2025).
Riefky menegaskan, pengembangan gim menjadi bagian dari tujuh subsektor prioritas ekonomi kreatif Indonesia. Selain mendukung atlet esports, pemerintah juga ingin menciptakan ruang bagi para game developer lokal untuk menembus pasar internasional.
Baca Juga
“Kementerian ini tak hanya mendukung talenta esports, tapi juga wajib menghidupkan industri gim dalam negeri,” katanya. Menurut Politisi Partai Demokrat itu, subsektor gim berpotensi membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi signifikan terhadap ekspor serta investasi ekonomi kreatif nasional.
Sekadar informasi, EVOS Esports berdiri sejak 2016 dan kini menaungi sembilan divisi gim populer seperti Free Fire, Mobile Legends, Call of Duty, dan Pokémon Unite. Organisasi ini juga membangun Integrated Training Facility di Jakarta sebagai pusat pelatihan atlet dan pengembangan talenta digital.
“Kami ingin berkolaborasi membuat konten kreatif bersama Kemenekraf, seperti short movie atau video feature yang menampilkan perjalanan dan prestasi EVOS,” kata Head of Esports EVOS, Aufa Bassam. Ia berharap kolaborasi itu dapat membuka jalan bagi lahirnya karya gim lokal yang bisa bersaing di panggung dunia.
Prestasi EVOS juga menjadi bukti kapasitas tim esports Indonesia di kancah global. Salah satunya melalui EVOS DIVINE yang menjuarai Free Fire Esports World Cup 2025, setelah sebelumnya meraih posisi kedua di ajang yang sama pada 2024.
Kemenekraf juga berkomitmen memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas untuk menguatkan posisi industri gim nasional. Rencana strategis ini mencakup pembinaan talenta kreatif, dukungan investasi, dan akses pasar luar negeri bagi developer lokal.
Menurut data Asosiasi Game Indonesia (AGI), nilai pasar industri gim nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp 30 triliun pada 2025. Dengan 191 juta pemain gim aktif, Indonesia kini menempati posisi keempat terbesar di Asia setelah China, Jepang, dan Korea Selatan.
Langkah kolaboratif seperti yang digagas Kemenekraf dan EVOS diharapkan mempercepat terwujudnya ekosistem gim yang berdaya saing global. “Kami ingin bukan hanya atletnya yang juara dunia, tapi juga gim buatan Indonesia bisa mendunia,” tegas Riefky.
Baca Juga
Kemenekraf Perkuat Ekosistem Gig Economy lewat Program ICEFF 2025

