Telkom dan Kemendag Siapkan Startup Gim Lokal Raih Pasar Global
JAKARTA, Investortrust.id – Demi mempercepat pengembangan industri gim nasional danmempersiapkan lebih banyak startup gim meraih pasar dunia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk(Telkom) melalui Indigo dan Nuon Digital Indonesia (Nuon) berkolaborasi dengan DirektoratJenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Ditjen PEN Kemendag).
Kolaborasi ketiga pihak ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK)sebagai awal dari upaya meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing pelaku industri gimnasional di pasar domestik maupun internasional.
“Telkom sangat bersemangat membantu startup gim Indonesia untuk menjadi salah satu yangterbaik di industri gim. Adanya bidang ekspor jasa dan produk kreatif di Kemendag juga menjadibooster energi bagi kami untuk membangun ekosistem di industri gim sehingga para pelaku diindustri ini semakin siap menembus pasar dunia,” kata Deputy EVP CX & Digitization Telkom,Fauzan Feisal dalam pernyataannya yang diterima Minggu, (28/1/2024).
Dalam kolaborasi ini, Telkom melalui Indigo berperan utama dalam melakukan inkubasi bagistartup digital dan pengembang gim. Inkubasi tersebut meliputi pendanaan, bimbingan,mentoring, fasilitas, dan akses modal bagi startup gim lokal yang terpilih oleh Indigo.
Baca Juga
Makroekonomi Membaik, Telkom Optimistis Kinerja 2024 Lebih Baik
Sementaraitu, Nuon, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang konten hiburan digital, bersamadengan Ditjen PEN Kemendag berperan dalam mempromosikan produk dan profil para startupmelalui platform Ina Digi Export, termasuk mempromosikan industri gim Indonesia kemancanegara melalui negara-negara perwakilan perdagangan yang dimiliki oleh Kemendag.
“Lewat kerja sama bersama Indigo dan Kemendag, kami berharap bisa meningkatkan kapabilitasstudio gim di Indonesia sehingga tidak hanya meraih pasar lokal, tetapi bisa masuk ke pasarregional dan pasar global. Mudah-mudahan rencana kerja yang telah disusun bisa kita lakukandan dimudahkan,” ucap Direktur Utama Nuon Digital Indonesia, Aris Sudewo.
Berdasarkan data Fortune Business Insight, nilai pasar gim global tahun 2022 sebesar US$ 249,55miliar. Di tahun 2023, angka tersebut tumbuh 12,9% menjadi US$ 281,77 miliar dan diprediksi terus meningkat menjadi US$665,77 miliarpada 2030. Sementara itu, data Virtual SEA menyebutkan Indonesia merupakan penyumbang gim terbanyak di platform Steam se-Asia Tenggara padaJanuari 2024. Sebanyak 256 gim telah dibuat oleh pengembang Tanah Air.
Baca Juga
Borong Best Stock Awards, Ini Kunci Sukses Telkom Indonesia (TLKM)
Pelaku gim Indonesia diharapkan tidak kehilangan peluang dengan terus meningkatkan kualitasdan daya saing untuk merebut pasar. Direktur Jenderal PEN Kemendag Didi Sumedi punmenyebut industri gim harus inovatif adaptif dengan situasi pasar.
“Sama seperti produk fisiklainnya, industri gim harus bisa berinovasi sehingga adaptif dengan situasi pasar. Kita harus bisamenuangkan sesuatu yang tidak ada di negara-negara lain. Misalnya mengangkat cerita-ceritakearifan lokal kita yang sangat banyak ke dalam gim.”
Sejak didirikan pada tahun 2013, program Indigo https://indigo.id/ telah menginkubasi danmengakselerasi lebih dari 200 startup digital, 17 di antaranya merupakan pengembang gim lokalyang ada di Indonesia. Melalui program Indigo, Telkom telah membuktikan diri sebagai bagiandari industri gim lokal yang memberikan kontribusi bagi PDB maupun lapangan pekerja diIndonesia.

