ITDP dan ViriyaENB Dorong Percepatan Integrasi Transportasi Aglomerasi Jabodetabek
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia dan Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) mendorong percepatan integrasi transportasi Jabodetabek. Langkah ini dinilai penting karena lebih dari 1,5 juta komuter bergerak dari Bodetabek menuju Jakarta setiap hari.
Dorongan itu disampaikan dalam forum bertajuk, 'Menuju Kelembagaan Transportasi Terintegrasi di Jabodetabek' yang berlangsung di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Forum tersebut merupakan bagian dari proyek CLEAR Jabodetabek.
Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Taufiq Hidayat Putra mengatakan, mobilitas komuter Jabodetabek membutuhkan sistem transportasi yang lebih terhubung.
“Lebih dari 1,5 juta perjalanan komuter dilakukan dari Bodetabek menuju Jakarta setiap harinya sehingga terdapat kebutuhan nyata integrasi pelayanan, tata kelola, dan sistem transportasi kawasan aglomerasi Jakarta,” kata Taufiq.
Baca Juga
Prabowo Bakal Bangun Kota-Kota Baru, Dilengkapi Rusun, Daycare, dan Transportasi untuk Buruh
ITDP Indonesia menilai persoalan utama saat ini bukan sekadar regulasi. Tumpang tindih kewenangan dan belum jelasnya pembagian beban pendanaan antarwilayah masih menjadi hambatan utama integrasi transportasi.
Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang mengatakan, pihaknya bersama ViriyaENB tengah menyiapkan pemodelan transportasi skala aglomerasi Jabodetabek berbasis data.
“Forum ini menjadi langkah awal dari proses yang lebih panjang untuk mengintegrasikan berbagai institusi, kewenangan, dan skema pendanaan transportasi di Jabodetabek,” ujarnya.
Forum tersebut juga mendorong pembentukan kelembagaan transportasi terintegrasi lintas daerah. Selain itu, sistem tiket berbasis akun dinilai penting untuk mendukung integrasi tarif, subsidi, dan layanan transportasi publik di Jabodetabek.

